Tingkat Keterpilihan PDI P dan Gerindra Masih Teratas

Penulis -

Kamis, 19 Agustus 2021 - 22:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar – PDI Perjuangan dan Partai Gerindra masih menjadi partai dengan pemilih terbanyak. Namun yang menarik adalah PAN yang masuk 5 besar dengan elektabilitas tertinggi.

Temuan tersebut berdasarkan survey nasional Spektrum Politika, yang mewawancarai 1.240 responden di 34 provinsi di Indonesia.

“Hasil survei yang dilakukan bahwa PDI Perjuangan masih unggul dengan dukungan suara sebesar
18,9% dan diikuti oleh Partai Gerindra yang mendapatkan dukungan suara sebesar 11,7%,” jelas Direktur Riset dan Data Spektrum Politika, Andri Rusta yang diterima melalui rilis media.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Untuk posisi tiga dan empat, lanjut Andri dikuasai oleh PKB yang memperoleh dukungan sebesar 7,9%. Kemudian Partai Golkar dengan jumlah dukungan suara sebesar 6,7%.

“Urutan kelima adalah PAN dengan dukungan sebesar 6,2%. Masuknya PAN di peringkat lima besar ini memang menarik karena PAN bukanlah
partai koalisi pemerintah yang mendominasi DPR,” papar dosen Ilmu Politik Unand ini.

Survei tentang Dinamika Perubahan
Persepsi dan Perilaku Memilih Masyarakat Pasca Pemilu 2019 dilakukan pada 5-17 Juli 2021. Margin of error
sebesar 2,8 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Survei ini juga menemukan bahwa pilihan masyarakat masih belum sepenuhnya mengakar pada nilai-nilai ideologi yang dimiliki masing-masing partai tersebut. Ini dibuktikan dengan
tingkat kesukaan dan kedekatan masyarakat (Party ID) yang masih rendah kepada partai politik yang
ada dalam sistem politik.

“Survei ini menemukan tingkat kesukaan dan kedekatan masyarakat pada
partai politik hanya pada angka 33,2%. Sementara itu, sebanyak 59,4% masyarakat Indonesia belum
merasakan kesukaan dan kedekatannya dengan partai politik. Ini harusnya menjadi perhatian partai
politik karena rendahnya Party ID masyarakat Indonesia,” sambung Andri.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Menariknya, dari 33,2% yang merasa suka dan dekat kepada partai politik ini hanya kepada PDI Perjuangan dan Partai Gerindra dengan Party ID masing-masing adalah 24,4% dan 16,5%.
Sedangkan partai politik lain jauh berada di bawah kedua partai tersebut. (rls).

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB