Prokabar.com, Jakarta – Pemerintah Indonesia menyelenggarakan program Pendidikan Kecakapan Wirausaha untuk membuka lapangan kerja baru.
Program ini muncul setelah Badan Pusat Statistik (BPS) Triwulan I Tahun 2021 melaporkan 19,10 juta jiwa penduduk usia kerja menganggur karena terdampak pandemi Covid-19.
Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Wikan Sakarinto mengatakan Indonesia butuh empat juta wirausaha baru untuk menjaga stabilitas ekonomi dan membuka lapangan pekerjaan baru.
Pendidikan Kecakapan Wirausaha ini bisa menjadi solusi dari banyaknya pengangguran dan mengatasi permasalahan lainnya.
Pada tahun 2020, sebanyak 915 lembaga kursus dan pelatihan (LKP) sudah menyelenggarakan program tersebut.
Jumlah peserta LKP ketika itu mencapai 16.676 orang.
Sementara untuk Pelatihan Kecakapan Wirausahaa atau (PKW) di tahun 2021 ini, Wikan mengaku sudah menjaringkan dan mencocokkan dengan potensi pengembangan usaha daerah.
Bahkan, kata Wikan, sudah mendapatkan dukungan dari usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), Perbankan atau lembaga permodalan serta lembaga pemasaran.
“Sumber Daya Manusia (SDM) kitadi bawah beberapa negara Asia, kita harus memperbaiki ini,” kara Wikan.
Wikan berharap PKW dapat membuka lapangan pekerjaan baru dan menampung SDM yang lebih banyak dan ungul.
“Program PKW merupakan misi Ditjen Pendidikan Vokasi untuk menciptakan SDM yang kompeten untuk mengurangi pengangguran dan kemiskinan,” ungkapnya.
Lapangan Pekerjaan Minim
Direktur Kursus dan Pelatihan Wartanto menambahkan selama pandemi banyak karyawan yang tidak bekerja lagi.
Hal ini juga menunjukkan lapangan pekerjaan semakin terbatas.
Mengingat itu, Wartanto mengaku Ditjen Pendidikan Vokasi sangat mendorong tumbuhya wirausaha baru.
Pendidikan vokasi serta pembangunan karakter kewirausahaan ini plus teknologi terbarukan dapat membuka peluang baru bagi masyarakat.
Wartanto mengharapkan peran industri sangat penting dalam penyelenggaraan PKW untuk menyelaraskan kurikulum sesuai kebutuhan industri.
“Kalau lulusan ini membuat sebuah bisnis dan usaha kemudian berhasil, maka akan menjadi awaban mereka untuk membuka peluang kerja baru dan mengurangi angka pengangguran,” kata Wartanto lagi.
















