Deri Asta: Jangan Meninggal Sebelum ke Sawahlunto

Penulis -

Sabtu, 10 Juli 2021 - 21:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sawahlunto, Prokabar – Wisata menjadi nafas Kota Sawahlunto, maka pemerintah mati-matian membranding kota ini. Buah manisnya adalah Sawahlunto ditetapkan Unesco menjadi warisan budaya dunia pada Tahun 2019.

Penetapan itu bukan hanya karena Sawahlunto memiliki bangunan lama sebagai cagar budaya, namun juga sejarah bahwa Sawahlunto menjadi penggerak revolusi industri karena terjadi transformasi teknologi dan budaya di tahun 1800 – an berkat tambang batu bara Ombilin.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

“Tahun 1800 an Sawahlunto sudah punya pembangkit listrik sendiri, punya rumah sakit rujukan, dapur umum tenaga uap, punya transportasi kereta api, yang menghidupkan Sumbar,” kata Walikota Sawahlunto, Deri Asta.

Pembenahan pariwisata terus dilakukan oleh Pemko Sawahlunto, termasuk dalam pelayanan dan penyiapan desa wisata yang saat ini menjadi fokus Kementrian Pariwisata.

“Untuk menyiapkan pariwisata kita sekarang aktif sosialisasi vaksin kepada masyarakat, terakhir kita sudah melakukan vaksin terhadap 46 persen, kita optimis target 70 persen masyarakat divaksinasi bisa dicapai,” kata Deri pada saat diskusi dengan anggota Jaringan Pemred Sumbar.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

“Sawahlunto sebenarnya siap menerima wisatawan, motto kita jangan meninggal sebelum ke Sawahlunto,” sambungnya.

Selain memaparkan potensi pariwisata, Walikota juga mengajak media untuk bekerjasama membranding pariwisata Sawahlunto.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

“Proses branding ini butuh waktu, dan media punya peran dalam branding tersebut, saya berharap ada sinergi dalam membangun kota ini,” ujar alumni Fakultas Hukum Universitas Bung Hatta ini.

Anggota JPS dalam diskusi tersebut mendukung langkah Sawahlunto menjadi Kota Tambang Berbudaya, beberapa masukan antaranya kebutuhan transportasi massal, seperti kereta api, dan kebutuhan sentra souvenir yang kini belum terkelola dengan baik. (rls)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB