Kisah Firman Juliansyah: Pemulung Botol Bekas Itu Akhirnya Jadi Pemain Semen Padang FC

Penulis -

Rabu, 7 Juli 2021 - 07:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Firman Juliansyah, pemain termuda Semen Padang Fc, yang punya kisah kehidupan yang inspiratif. (Foto: captured SPFC IG)

Firman Juliansyah, pemain termuda Semen Padang Fc, yang punya kisah kehidupan yang inspiratif. (Foto: captured SPFC IG)

Oleh: ADRIL MY

WELCOME TO SPFC. “Semen Padang FC Kembali Gaet Dua Pemain Muda Berbakat Sumatera Barat”. Tersiar kabar dari website resmi ofisial media Semen Padang FC, pada Minggu 27 Juni 2021.

Menginformasikan manajemen Semen Padang FC (SPFC) telah merekrut dua pemain muda berbakat Ranah Minang. Mengisi skuad tim yang akan ikut kompetisi Liga 2 2021/2022.

Firman Juliansyah di posisi gelandang dan Guruh Guwino di pos penjaga gawang. Kontrak berdurasi panjang mereka dapatkan setelah mampu memikat hati tim pelatih SPFC, Weliansyah, Hendra Susila dan Hengki Ardiles.

“Alhamdulillah.. sangat bersyukur dan senang, bisa membela tim kebanggaan dan satu seragam dengan idola saya Manda Cingi. Semoga saya bisa menjadi penerus senior-senior di tim kebanggan kita. Pastinya saya akan bekerja keras dan terus belajar untuk mendapatkan kepercayaan pelatih,” sebut salah satu pemain muda itu.

****

Namanya Firman Juliansyah. Baru lulus sekolah tahun 2021 ini dari SMA 4 Sumbar. Usianya masih belasan tahun. Kelahiran Padang, 7 Juli 2003. 18 tahun tepat hari ini Rabu, 7 Juli 2021.

Di usia semuda itu kontrak pesepakbola profesional diraihnya. Bakat dan talenta nya telah dihargai manajemen klub Semen Padang FC. Masuk skuad tim untuk Liga 2 2021/2022.

Terbuka sudah pintu kehidupan baru. Cita-cita sejak cilik menggandrungi sepakbola juga . harapan orang tua yang sangat diinginkan pada masa-masa kecil dulu mulai menampakan wujud. Kerja keras, pantang menyerah dalam memilih kehidupan sebagai pesepakbola. Firman diberikan kesempatan menjelmakan mimpi menjadi nyata

Baca Juga :  Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

“Pekerja keras, pantang menyerah dan tak kenal takut saat duel.” ujar Media Officer Semen Padang FC memberitahukan karakter permainan Firman sepanjang trial di klub berjulukan Kabau Sirah.

Pendapat yang tidak berlebihan. Meski tinggi badan 163 cm dan berat badan 55 kg, nyali Firman tidak mungil seperti postur nya.

Bagi publik sepakbola Kota Padang khususnya pembina-pembina sepakbola usia dini/muda Sekolah Sepak Bola (SSB) tahu. Bagaimana perjuangan seorang Firman untuk kehidupan orang tua nya. Melalui talenta dan bakat yang dia punya.

Spesial bagi SSB Muspan, tempat bakatnya dipupuk dan menemukan jati diri selaku pesepakbola.

Kepada bolabeten.com, kisah kehidupan itu diceritakan. Inspiratif dan mengharukan. Ikon untuk yunior-yunior Firman di SSB Muspan dan SSB-SSB di Kota Padang.

******

“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Nama saya Firman Juliansyah, saya akan menceritakan kisah hidup saya,” ucapnya membuka percakapan.

Masa kecilnya bermain bola di depan rumah bersama teman-teman. Kaki ayam. Tidak pakai sepatu. “Suatu hari, ada teman yang mengajak untuk ikut latihan ke sebuah Sekolah Sepak Bola (SSB)”.

“Dan saya pun mau”, kata Fiman. Dia menyebutkan, “Kamu tunggu saya hari minggu di rumah”

Baca Juga :  Liga 2 Kembali Memakan Korban, Semen Padang FC Pecat Pelatih Nilmaizar

“Sampailah pada Minggu. Saya dibawa ke lapangan TVRI Padang. Buat latihan di SSB Muspan. Di sana, perdana saya latihan bola. Pas juga ada seleksi buat ikut Piala Walikota Padang antar SSB tahun 2012. Dan Alhamdulilah, saya lolos seleksi di SSB Muspan,”

Firman mengakui pertandingan pertamanya di SSB pada Piala Walikota Padang. Bermain di tim (B). “Alhamdulilah waktu itu saya yang mencetak gol satu-satu nya. Sayang, kami gugur karena kalah selisih gol”.

Firman pun terus berlatih, berlatih dan berlatih. Hingga suatu hari, bertemu dengan manejer SSB Muspan. “Dia yang sangat baik, yang mau mengurus saya. Namanya, Bapak drg. Irsyadi Jamanar. Mulai dari sepatu dan macam-macam, dia inilah yang membelikan”.

“Saya pun mulai berlatih dengan keras. Latihan tidak saja di lapangan TVRI saja. Saya latihan di rumah Bapak yang seorang pemulung. Tiap hari juga dilatih oleh Bapak juga”.

Firman melanjutkan, pada suatu ketika ada pasar malam. Tempatnya lumayan jauh dari rumah. “Bapak saya memulung di sana. Pagi-pagi sekali sehabis Subuh Bapak dan saya ke sana. Bapak pakai motor dan saya jogging sampai ke tempat pasar malam itu. Kemudian, kami memilih botol-botol bekas di sana”.

“Sehabis memungut botol-botol, saya jogging lagi pulang ke rumah. Bapak mengikuti dari belakang dengan motornya. Di saat itulah saya sangat bersemangat. Berpikir panjang untuk giat latihan”.

Baca Juga :  Liga 2 Kembali Memakan Korban, Semen Padang FC Pecat Pelatih Nilmaizar

Waktu berlalu, Firman masih dengan SSB Muspan. Dia menamatkan Sekolah Dasar. Dan meneruskan sekolah di MTsN 3 Padang. “Lumayan jauh dari rumah saya, Dadok Tunggul Hitam. Rutinitas saya, pergi sekolah diantar, pulang naik angkot. Kalau mau latihan dari rumah ke sekolah bawa sepatu bola, bawa nasi. Joging ke lapangan TVRI buat latihan ke Muspan. Ini berlangsung sampai kelas 3 MTsN”

Pas kelas 3 ini, kata Firman menejer Bapak Irsyadi menyarankan ikut tes ke tim sepakbola PPLP Sumbar. “Saya memberanikan diri ikut tes di PPLP Sumbar. Alhamdulilah. terpilih masuk skuad”

Di PPLP Sumbar dengan Coach Dedi Umar, Coach Depta dan Coach Dodi Leo, Firman mengikuti berbagai kejuaraan. Kejurnas Antar PPLP se-Indonesia, POPWIL dan POPNAS. “Alhamdulilah di ajang kejurnas, nomor 4 se-Indonesia.”

Hingga jelang menamatkan SMA. Firman mengungkapkan dipantau tim senior Semen Padang untuk mengikuti trial. “Alhamdulilah, SMA saya lulus. Dan trial di Semen Padang, Alhamdulilah saya direkrut manajemen,” tuturnya mengakhiri pembicaraan.

******

Bendera start kehidupan pesepakbola profesional baru saja dikibaskan. Garis finish tentu belum tampak. Masih teramat jauh untuk dapat melihatnya.

Baru permulaan Firman! SELAMAT ULANG TAHUN ke-18 tahun.

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman
Liga 2 Kembali Memakan Korban, Semen Padang FC Pecat Pelatih Nilmaizar
Mengapa Manusia Membutuhkan Oksigen di Udara?
Pura Luwur Gunung Kukus Gwa Gong, Jejak Keindahan Seni dan Kearifan Leluhur Bali
Uluwatu dan Pelajaran Tentang Kesadaran Manusia Sebagai Pemimpin di Muka Bumi
Syekh Burhanuddin Ulakan (Ulama yang Mengubah Surau Menjadi Pusat Peradaban Islam Minangkabau)
Kebenaran, Keniscayaan dan Kebermaknaan  Agama Pada Manusia (Membaca Agama dari Perspektif  Kesadaran, Filsafat dan Kajian Budaya)
Filosofi Kenetralan dan Fungsi Keseimbangan Dalam Menjalani Kehidupan
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:33 WIB

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:32 WIB

Liga 2 Kembali Memakan Korban, Semen Padang FC Pecat Pelatih Nilmaizar

Jumat, 25 September 2026 - 11:22 WIB

Mengapa Manusia Membutuhkan Oksigen di Udara?

Senin, 21 September 2026 - 11:49 WIB

Pura Luwur Gunung Kukus Gwa Gong, Jejak Keindahan Seni dan Kearifan Leluhur Bali

Minggu, 13 September 2026 - 08:59 WIB

Uluwatu dan Pelajaran Tentang Kesadaran Manusia Sebagai Pemimpin di Muka Bumi

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB