Padang, Prokabar – Program Keluarga Harapan (PKH)menjadi salah program unggulan Dinas Sosial Kota Padang dalam menanggulangi angka kemiskinan pada tahun 2018 di kota Padang.
Sebagai sebuah program bantuan sosial bersyarat, PKH membuka akses keluarga miskin terutama ibu hamil dan anak untuk memanfaatkan berbagai fasilitas layanan kesehatan (faskes) dan fasilitas layanan pendidikan (fasdik) yang tersedia di sekitar mereka. Manfaat PKH juga mulai didorong untuk mencakup penyandang disabilitas dan lanjut usia dengan mempertahankan taraf kesejahteraan sosialnya.
Kepala Dinas Sosial Kota Padang, Amasrul mengatakan saat ini ada sejumlah program yang telah di canangkan dan di jalankan untuk menangani progres kemiskinan di tahun 2018.
“Program Keluarga Harapan, Bantuan Pangan Non Tunai (BNPT), JAminan Kesehatan Nasiona dan Pemutakhiran Basis Data Terpadu (PBDT).” ungkapnya beberapa saat lalu.
Lebih lanjut untuk PKH ini pihaknya menargetkan sebanyak 20.188 Jiwa, sedangkan BNPT sebanyak 27.427 KK.
PKH diarahkan untuk menjadi tulang punggung penanggulangan kemiskinan yang mensinergikan berbagai program perlindungan dan pemberdayaan sosial nasional.
“Melalui PKH, Keluarga Penerima Manfaat (KPM) didorong untuk memiliki akses dan memanfaatkan pelayanan sosial dasar kesehatan, pendidikan, pangan dan gizi, perawatan, dan pendampingan, termasuk akses terhadap berbagai program perlindungan sosial lainnya yang merupakan program komplementer secara berkelanjutan.” terangnya.
Untuk diketahui berdasarkan data dari Dinas Sosial Kota Padang saat terdapat 235.114 jiwa masyarakat miskin dari sekitar 900 ribuan lebih jumlah penduduk di tahun 2017. Kecamatan Koto Tangah menempati urutan paling banyak dengan jumlah 46.859 jiwa, diikuti Kecamatan Kuranji sebanyak 36.830 jiwa, dan Kecamatan Lubuk Begalung 27.862 jiwa. (hdp)
















