Oleh: Rizal Marajo
BAGAN atau bracket babak 16 besar hingga final Euro 2021 sudah dirilis oleh UEFA. Sebanyak 16 tim bersiap mengadu ketangguhan di fase gugur. Pilihannya hanya satu, menang atau pulang.
Delapan laga akan digelar di babak 16 besar di tujuh stadion yang sudah ditetap UEFA. Laga-laga itu; Wales vs Denmark, Italia vs Austria, Belanda vs Republik Ceko, Belgia vs Portugal, Kroasia vs Spanyol, Prancis vs Swiss, Inggris vs Jerman dan Swedia vs Ukraina.
UEFA pun sudah membagi 16 tim di atas ke dalam dua jalur, yaitu perjalanan tim sampai final.
Jalur satu atau jalur kiri yang diprediksi lebih ‘sangar”, berisikan laga Belgia vs Portugal, Italia vs Austria, Prancis vs Swiss dan Kroasia vs Spanyol.
Sementara jalur kedua dinilai lebih enteng, ditempati Swedia vs Ukraina, Inggris vs Jerman, Belanda vs Republik Ceko dan Wales vs Denmark.
Jalur kiri banyak dibahas, karena diisi laga-laga ketat dan diisi tim-tim favorit juara.
Sebut saja, pemenang laga Belgia vs Portugal, akan menghadapi pemenang pertandingan Italia vs Austria di babak perempatfinal. Selanjutnya, pemenang Prancis vs Swiss akan bertemu pemenang Kroasia vs Spanyol.
Sorotan banyak diarahkan kepada Prancis dan Italia, dua tim yang dianggap favorit kuat untuk juara Euro 2021.
Prancis dinilai berada dalam siklus juara 20 tahunan, yang berpotensi mengawinkan juara Piala Dunia dengan juara Euro untuk kedua kalinya, seperti yang mereka lakukan saat juara Piala Dunia 1998 dan juara Euro 2000.
Banyak yang meyakini Prancis akan mengulang Euro 2000, bertemu Italia di final. Apalagi, Italia tahun ini juga sangat meyakinkan, bahkan tim paling konsisten dan stabiil di Euro 2021.
Sayangnya, final impian seperti tahun 2000 itu dipastikan tidak akan terwujud. Karena keduanya berada di jalur yang sama di babak 16 besar.
Jika sama-sama sukses mengalahkan lawan-lawan mereka di 16 besar dan perempatfinal, Prancis dipastikan akan bertemu Italia di semifinal.
Tapi sebelum berfikir semifinal itu, Prancis dan Italia harus melewati jalan terjal dulu.

Prancis jika lolos dari hadangan Swiss, Kroasia atau Spanyol sudah menunggu. Jika melawan Kroasia, Francis akan mengulangi final Piala Dunia 2018. Sedangkan Spanyol yang mulai bangkit, bisa jadi ancaman serius Karim Benzema dan kawan-kawan.
Begitupun Italia, kalaupun sukses mengatasi Austria, “monster” berbahaya macam Belgia atau Portugal ada di depan mata untuk disingkirkan. Bukan lawan yang main-main untuk Azzurri. Belgia tim peringkat 1 FIFA, sementara Portugal dengan Cristiano Ronaldo-nya adalah juara bertahan Euro.
Kalaupun semifinal Prancis vs Italia ini terwujud, sulit memprediksi siapa yang akan lolos ke final. Tapi, jika melihat konsistensi kedua tim di fase grup, Italia lebih layak dikedepankan untuk satu tiket final.
Bagaimana dengan jalur dua atau jalaur kanan?
Tidak seberat jalur kiri, dua tim dengan rivalitas tinggi, Jerman dan Belanda berpotensi bertemu di semifinal. Ini adalah pertarungan klasik di Eropa, rivalitas yang sudah terbangun sejak final Piala Dunia 1974, ketika Franz Beckenbauer dan Johan Cruyff memimpin tim masing-masing.
Jerman, harus berkeringat dulu menghentikan Inggris di 16 besar. Jika sejarah dan statistik pertemuan berjalan mulus, Jerman yang superior atas Inggris akan lolos dari terkaman “Tiga Singa” di Wembley.
Setelah itu Jerman tinggal memikirkan pemenang antara Swedia atau Ukraina di perempatfinal. Diatas kertas, siapapun diantara kedua tim itu, akan mampu digilas “Panser”.
Belanda, sangat impresif di Euro kali ini, walau skuadnya miskin dari nama-nama besar. Tapi Belanda tetaplah Belanda, negara penghasil talenta sepakbola terbaik di Eropa.
Jika misi menyingkirkan Republik Ceko di 16 besar berjalan sukses, Georginio Wijnaldum Cs, “hanya” akan bertemu pemenang antara Wales dan Denmark di perempatfinal. Jika konsisten, Belanda diyakini bisa melewatinya.
Nah, disinilah Belanda akan menjumpai Jerman di semifinal. Pertarungan yang akan sangat ketat. Jerman memang punya DNA turnamen besar, tetapi di Euro kali ini Jerman tak lagi terlihat terlalu “wow”.
Kalah dari Prancis dan nyaris dipermalukan Hungaria di Grup F, bukti Jerman tak lagi tim super. Artinya, kesempatan Belanda lolos ke final untuk menantang Italia cukup terbuka.
Siapa jagoan Anda?.(*)
















