Hungaria, Mati Suri 49 Tahun dan Kisah Trio Legendaris

Penulis -

Selasa, 15 Juni 2021 - 21:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kolom Sepakbola Rizal Marajo

Edisi pembuka kolom Euro 2021 ini, saya belum tertarik mengulas tim-tim yang disebut level atas Eropa saat ini. Misalnya Italia, Belanda, Jerman, Prancis, Spanyol, Portugal atau Inggris, yang selalu disebut the magnificent seven di benua biru.

***************

Saya lebih tertarik dengan Hungaria, kenapa Hungaria?
Padahal tim ini hanyalah salah satu tim terlemah di pesta bola Eropa kali ini. Pemainnya, cuma rata-rata air, mediocre, tak ada yang berkiprah di klub-klub besar Eropa.

Makin parah, mereka terjepit di Grup maut, dikepung para raksasa seperti Jerman Prancis, dan Portugal. Banyak yang memperkirakan, Hungaria hanya akan jadi sansak hidup di Grup F oleh tiga tim lain.

Jika sejarah ditelusuri, Hungaria pernah mengalami masa kejayaan pada periode jadul 1950-1956. Bahkan mereka mendapat sebutan The Magical Magyars karena segala rekor yang pernah ditorehkan.

Selama periode tersebut, The Magical Magyars meraih 42 kemenangan, tujuh hasil imbang, dan sekali kalah. Atas torehan tersebut, Timnas Hungaria pun menempati peringkat kedua All-time highest ratings national team, hanya kalah oleh Jerman.

Saking hebatnya saat itu, Hungaria disebut-sebut sebagai The Golden Team. Mereka seperti membawa suasana baru pada sepakbola. Hungaria mengubah sepakbola yang dimainkan dengan mengedepankan kemampuan individu, dengan kekompakan dan kerja sama tim untuk mencetak gol. Hungaria pun berjaya, rekor fantastis pun ditorehkan.

Baca Juga :  Liga 2 Kembali Memakan Korban, Semen Padang FC Pecat Pelatih Nilmaizar

Kisah sukses masa lalu Hungaria tentu tak lepas dari peran dua nama legendaris, Farenc Puskas dan Sandor Koscis. Pada Piala Dunia 1954 misalnya, keduanya berhasil mencetak 15 dari 27 gol yang disarangkan The Magical Magyars di turnamen itu.

Timnas legendaris Hungaria tahun 1954. (foto: wikipedia)

Siapa yang tak kenal Ferenc Puskas? Namanya kini bahkan diabadikan FIFA untuk penghargaan gol terbaik dan menjadi nama Stadion Utama Hungaria di kota Budapest.

Di Piala Dunia 1954, Puskas mengukir namanya sebagai pemain terbaik. Ia pun menorehkan empat gol di turnamen itu. Total, dari 85 pertandingan yang dilakoninya untuk Hungaria, Puskas berhasil menyarangkan 84 gol.

Rekor tersebut mencatatkan Puskas sebagai Top International Goalscorer of 20th Century menurut IFFHS. Ia mengalahkan nama lain yang tak kalah hebat macam Pele ataupun Gerd Muller.

Selain di timnas, Puskas juga berjaya saat bermain di klub, salah satunya di Real Madrid yang mana ia meraih tiga trofi Piala Champions Eropa, lima trofi Liga Spanyol, dan empat kali tercatat sebagai top skorer Liga Spanyol.

Sandor Koscis pun tak kalah tajam. Di Piala Dunia 1954, ia menjadi pencetak gol terbanyak dengan 11 gol. Untuk rekor Piala Dunia, rekor tersebut hanya di bawah Just Fontaine yang mencatat 13 gol untuk satu turnamen Piala Dunia.

Baca Juga :  Liga 2 Kembali Memakan Korban, Semen Padang FC Pecat Pelatih Nilmaizar

Rasio gol Koscis untuk Hungaria pun fantastis. Dari 68 pertandingan, ia mencetak 75 gol atau 1,1 gol per pertandingan. Dan untuk Top International Goalscorer of 20th Century, torehan 75 gol Kocsis menempati posisi ketiga di bawah Ferenc Puskas dan Pele dengan 84 dan 77 gol.

Selain Puskas dan Kocsis, satu lagi legenda Hungaria adalah Nandor Hidegkuti, yang berperan sebagai pelayan terhebat Puskas dan Kocsis sebagai pencetak gol hebat.

Trio inilah yang membuat Hungaria menjelma menjadi salah satu tim yang sulit dikalahkan. Ditambah taktik revolusioner dari Gustav Sebes yang mengedepankan kerjasama dan kekompakan tim dengan ditunjang oleh komposisi pemain yang baik menjadikan Hungaria menjadi salah satu Tim terbaik di Eropa bahkan Dunia pada era 1950-an.

Bahkan cara bermain Hungaria menjadi inspirasi negara lain, seperti Belanda dengan Total Football-nya yang terkenal itu. Itu semua diadopsi dari cara bermain Hungaria yang dikembang Gustav Sebes tahun 1950-an.

Tidak salah lagi, taktik dari The Magical Magyars pantas disebut sebagai tonggak revolusi taktik dalam dunia sepakbola hingga strategi sepakbola berkembang sampai seperti saat ini.

Tapi setelah masa jaya itu, kehebatan Hungaria seperti hilang ditelan bumi. Tak terlihat lagi keajaiban-keajaiban yang membuat Hungaria pernah dijuluki Brasil-nya Eropa. Partispasi di Piala Dunia ala kadarnya, lebih banyak kandas di babak pertama.

Baca Juga :  Liga 2 Kembali Memakan Korban, Semen Padang FC Pecat Pelatih Nilmaizar

Bahkan sejak terakhir berpatisipasi di Piala Dunia 1986 di Meksiko, sampai sekarang tak pernah lagi merasakan Piala Dunia. Artinya, sudah 35 tahun tim yang pernah merajai Eropa tak ikut Piala Dunia.

Di Piala Eropa atau Ero, tak kalah kacaunya. Sejak tahun 1972, Hungaria baru bisa ikut Euro lagi tahun 2016 lalu di Prancis. 44 tahun absen di Piala Eropa, benar-benar menunjukan Hungaria memang seperti kehabisan ide membangkitkan lagi sepakbolanya.

Euro 2021 jadi partisipasi keduanya secara beruntun di era sepakbola modern sekarang. Jika empat tahun lalu mereka mampu lolos ke 16 besar, sebelum dipermak Belgia 4-0, tahun ini jalan Hungaria dipastikan lebih terjal.

Tapi apapun itu, Hungaria telah bangkit dari mati suri selama 49 tahun di pentas sepakbola dunia dan Eropa. Mereka telah mulai bereinkarnasi, walau belum akan lahir tim magis seperti era 1950-an.

Juga belum akan lahir pemain-pemain legendaris sekaliber trio Puskas, Kocsis, plus Hidegkuti. Pemain era sekarang seperti Vilmos Tamas Orban, Zsolt Kalmar, Nemanja Nikolic, Roland Sallai, dan Adam Csaba Szalai, masih jauh dibanding trio masa lalu itu.(*)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Liga 2 Kembali Memakan Korban, Semen Padang FC Pecat Pelatih Nilmaizar
Besok Malam, Indonesia vs Vietnam: Ujian Sesungguhnya untuk Tim Garuda
Hasil Piala AFF: 3 Gol dalam 7 Menit, Indonesia Hajar Timor Leste dan Puncaki Klasemen
Preview Timor Leste vs Indonesia; Bukan Soal Menang, tapi Berapa Gol yang akan Dicetak Tim Garuda
Debut Langsung Hetrik di Timnas Indonesia, Mithcell Baker: Mimpi yang Jadi Nyata!
Prediksi Starting XI Timnas Indonesia vs Kamboja Malam Ini; Rizky Ridho Kapten, Profesor Haye akan jadi Jendral Lapangan Tengah
Malam Ini, Timnas Indonesia Vs Kamboja di Piala AFF 2026: Tidak Ada Cerita Imbang, Apalagi Kalah!
Ditargetkan Juara, Inilah 26 Pemain Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2026

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:32 WIB

Liga 2 Kembali Memakan Korban, Semen Padang FC Pecat Pelatih Nilmaizar

Minggu, 2 Agustus 2026 - 19:59 WIB

Besok Malam, Indonesia vs Vietnam: Ujian Sesungguhnya untuk Tim Garuda

Jumat, 31 Juli 2026 - 19:31 WIB

Hasil Piala AFF: 3 Gol dalam 7 Menit, Indonesia Hajar Timor Leste dan Puncaki Klasemen

Kamis, 30 Juli 2026 - 19:33 WIB

Preview Timor Leste vs Indonesia; Bukan Soal Menang, tapi Berapa Gol yang akan Dicetak Tim Garuda

Selasa, 28 Juli 2026 - 20:01 WIB

Debut Langsung Hetrik di Timnas Indonesia, Mithcell Baker: Mimpi yang Jadi Nyata!

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB