Bersama Membangun Koperasi : Kunjungan Koperasi Mutiara Tigo Pasie Pasie ke Koperasi Mandiri dan Merdeka

Penulis -

Senin, 31 Mei 2021 - 16:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar – Koperasi Mutiara Tigo Pasie (KMTP) adalah koperasi yang didirikan dan diselenggarakan oleh Ibu-Ibu warga Pasie Nan Tigo, masyarakat di wilayah pesisir Kota Padang yang sebagian besar adalah keluarga nelayan.

Selama ini mereka menjadi dampingan dari sebuah Organisasi Non-Pemerintah bernama Gugah Nurani Indonesia (GNI), sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dengan fokus pemberdayaan pada perempuan dan anak-anak dari berbagai bentuk kekerasan.

Ibu-ibu Pengurus dan Anggota KMTP sebanyak 10 orang didampingi oleh Direktur GNI Rinawati dan tiga orang aktivis sosial lainnya berkunjung ke Koperasi Mandiri Dan Merdeka (KMDM) di Cupak Tangah, Pauh, Kota Padang, pada Senin (31/5/2021), pukul 10.30 sampai 13.30 WIB.

Kunjungan KMTP ke KMDM adalah bagian dari tindak lanjut setelah adanya pelatihan berkoperasi pada beberapa bulan lalu yang diselenggarakan oleh GNI sebagai fasilitator dan KMDM sebagai narasumber pelatihannya.

Dalam kunjungan tersebut, para Pengurus dan Anggota KMTP berdiskusi dengan Ketua KMDM Virtuous Setyaka, Direktur Pasar Rabu Tani (PRT KMDM) Zukri Zulkifli, Direktur Sekolah Pertanian Kota (SPeKta KMDM) Brian Permana, dan Direktur Gumarang KMDM Fiky Monova.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Diskusi pengalaman baik antara KMDM dan KMTP dimaksudkan untuk saling dukung koperasi-koperasi yang ada di Kota Padang dan bekerja sama antara koperasi ke depan.

Salah satu tema diskusi yang menarik selain tentang berkoperasi yang baik dan benar, dan membangun serta mengembangkan unit usaha koperasi; adalah tentang koperasi sebagai lembaga untuk mengubah perilaku sosial dan kultural masyarakat pesisir.

Menurut pengakuan para ibu-ibu yang berasal dari keluarga nelayan di pesisir Kota Padang tersebut, salah satu masalah besar dalam kehidupan mereka adalah kebiasaan tidak bisa menabung dan manajemen keuangan keluarga yang secara turun temurun menjadi kebiasaan dan semacam tradisi.

Persoalan ini akhirnya berkembang menjadi salah satu pemicu konflik dan kekerasan dalam rumah tangga yang dialami para perempuan dan anak-anak di keluarga nelayan.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Secara ekonomi, tidak sulit untuk berusaha dan menghasilkan pendapatan ekonomi keluarga yang cukup. Bahkan ketika dibandingkan dengan masyarakat non-pesisir, khususnya masyarakat dengan kultur pertanian di daerah yang sama.

Namun ketidakmampuan mengelola keuangan keluarga dalam manajemen yang baik untuk saat ini dan masa depan, membuat mereka berharap kepada KMDM untuk membantu menyelesaikan permasalahan tersebut.

Ketua KMDM menyampaikan bahwa koperasi menjadi instrumen untuk membantu mereka sebagai masyarakat pesisir dalam pengelolaan sumber daya dan hasil-hasilnya dalam pendistribusian untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran bersama.

Sedangkan Direktur PRT KMDM/pasarrabutani.com menyatakan kesiapannya untuk bekerja sama dalam pendampingan produksi dan pemasaran atau pendistribusian hasil usaha mereka yang sebenarnya sangat potensial, dan sebelumnya sudah berjalan dalam kelompok-kelompok usaha kecil.

Direktur SPeKta KMDM juga bersedia mendampingi mereka dalam meningkatkan produksi pertanian berupa Budi daya sayur hidroponik dan aquaponik untuk ketahanan pangan keluarga nelayan.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Ulil Fikri Elhaq dari GNI yang juga selaku ketua rombongan dalam kunjungan tersebut menyatakan bahwa ke depan, diharapkan ada kerja sama antara KMDM dan KMTP maupun dengan berbagai pihak lainnya dalam pendampingan produksi dan pemasaran produk yang berkelanjutan.

Produk yang sudah dihasilkan oleh ibu-ibu KMTP diantaranya adalah berbagai produk pangan olahan dari ikan, beragam kerajinan tangan yang dihasilkan dari pengelolaan sampah melalui bank sampah, dan lain sebagainya.

Selain ibu-ibu, GNI menurut Direkturnya Rinawati, juga mengorganisir dan mendampingi anak-anak dan para remaja dalam beragam program kegiatan pemberdayaan.

Penguatan kapasitas dan kapabilitas mereka untuk hidup yang lebih baik di masa depan, menurut Ketua KMDM, Virtuous Setyaka, sebaiknya juga dididik untuk berkoperasi sejak dini.

Sebab koperasi adalah sebuah warisan yang baik bukan hanya sebagai lembaga, tapi juga sistem kehidupan bersama di masyarakat untuk kemandirian dan kemerdekaan para anggotanya. (*/mbb)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB