Padang, Prokabar — Pohon Tumbang yang sewaktu waktu dapat menimpa sekolah menjadi keresahan warga sekolah di SD Negeri 37 Sungai Bangek, di kelurahan Balai Gadang, kecamatan Koto Tangah.
Setelah kejadian pohon pinang yang tumbang sepekan jelang masuknya bulan Ramadan lalu, pohon tumbang kembali terjadi Kamis (27/5) tengah pekan ini.
Pohon pelindung yang biasa disebut warga batang bungo, tumbang akibat terpaan angin kencang pada siang hari. Beruntung, tidak ada korban dalam kejadian ini.
Namun batang pohon setinggi lima hingga enam meter tersebut sempat melintang jalan selama empat puluh lima menit, sebelum dibersihkan oleh tim rescue BPBD Kota Padang, kurang dari satu jam usai pohon tumbang.

Kejadian tumbangnya pohon pelindung saat hujan dan angin kencang telah lama menjadi keresahan warga sekolah. Tidak hanya murid dan guru, namun juga warga sekitar, atau pun mereka yang hendak pergi dan pulang dari ladang.
Pasalnya pohon pelindung yang sebagian berada di dalam komplek sekolah dan sebagian lagi berada di luar sekolah, bergoyang goyang cukup mengkhawatirkan ketika hujan deras dan angin kencang terjadi di kota padang. Khususnya di sekitar sungai bangek, Kelurahan Balai Gadang.
Warga sekitar yang juga Walimurid, Isep (32), menyebut, surat permohonan untuk pemangkasan sudah pernah diajukan oleh Kepala Sekolah, namun belum ditindaklanjuti oleh OPD terkait.
Hal ini diamini oleh Edi (47), penjaga sekolah di SD Negeri 37 Sungai Bangek ini. Belum adanya tindak lanjut, ditengarai karena ketidaktahuan warga dan kepsek, karena surat diajukan ke Dinas Damkar Kota Padang.
“Harapan kami tentu dapat dilakukan pemangkasan oleh yang berwenang, karena khawatir dapat menimpa guru atau siswa sekolah” sebutnya.
Ketika dikonfirmasi kepada Dinas Lingkungan Hidup Kota Padang Mairizon, pihaknya akan segera menerjunkan tim segera, agar dapat dilakukan peninjauan.
“Jika memang berada di dalam sekolah, tentu akan dikordinasikan dahulu kepada Dinas Pendidikan. Sementara untuk pohon pelindung di luar sekolah, tentu akan dilakukan pemangkasan jika diperlukan dan membahayakan, dengan terlebih dahulu berkordinasi dengan warga dan perangkat rukun tetangga dan rukun warga,” pungkas Mairizon.
Tidak ada kerusakan berarti akibat tumbangnya pohon pelindung yang berada di komplek sekolah ini. Hanya dua loteng ruang uks dan pramuka sekolah yang membutuhkan perbaikan karena terimbas dari tumbangnya pohon. (adh)
















