Padang Panjang, prokabar – Waktu menunjukkan pukul 22.00 WIB, aktifitas pasar Padang Panjang masih terlihat hidup. Ditengah laungan takbir yang bersahutan dari mesjid-mesjid kota, pasar masih terlihat ramai walau gerimis mengintai.
Malam takbiran, masih ada yang mencoba mengais rezeki. Paling dominan adalah penjual pakaian. Ada juga yang menjual pernak-pernik kebutuhan lebaran lainnya.
Sepanjang jalan Imam Bonjol, M. Yamin, sekitar terminal mikrolet, jalan kantin, masih banyak toko busana yang buka, dan ada juga yang menggelar lapak dagangan, termasuk di emperan-emperan toko yang sudah tutup.
Suasana ini sudah terlihat sejak seminggu terakhir jelang malam takbiran. Masih banyak yang percaya, hari-hari terakhir puasa adalah saat terbaik mencari rezeki.
Itulah suasana kota kecil ini, tetap ramai sampai malam. Ditengah ancaman kasus corona yang mengintai, mereka seperti tak peduli.
Pengunjung ramai, motor bersileweran hilir mudik. Tapi pedagang beragam pula pula rezekinya. Ada yang berketuntang yang membeli galasnya, tapi di sudut lain lebih banyak yang bermenung, sepi.
Pengunjung pasar ramai, tapi lebih banyak hanya lalu-lalang, hanya melihat-lihat, lalu pergi. “Lebih banyak yang sekadar bertanya, menawar, tapi sedikit yang membeli.”ucap seorang pedagang pakaian jadi anak-anak dengan nada lirih.

Di pihak calon pembeli, ada yang mengaku sengaja mencari pakaian anak-anaknya di malam terakir jelang lebaran, dengan satu harapan dapat harga miring.
“Kondisi sekarang, walau kehidupan semakin sulit, biar bagaimanapun rirayo ini berganti jugalah pakaian anak saya.”ujar Yanti, seorang ibu muda yang sibuk membalik-balik pakaian di salah satu lapak pedagang. kepada prokabar.
Dia tak terlalu memperhitungkan model terbaru, yang penting pakaian baru dan layak dipakai berhari raya.
Ditempat lain, satu dua kedai para penjahit masih buka. Mereka “lembur”, berpacu dengan waktu menyelesaikan pesanan jahitan pelanggan.
“Alhamdulillah, dibanding tahun lalu yang benar-benar sepi orang menjahit baju, sekarang lumayan. Bahkan saya terpaksa lembur.”kata Fatmawati, penjahit yang lumayan banyak dapat order tahun ini.(mht)
















