Jalan Sicincin Menuju Malalak Sempat Terputus, Longsor Timbun Badan Jalan

Penulis -

Senin, 10 Mei 2021 - 14:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Agam, Prokabar — Jalan Provinsi Sumatera Barat Sicincin menuju Bukittinggi sempat tidak bisa dilewati akibat longsor. Lokasi di Bukik Apik, Nagari Malalak Timur, Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam itu longsor pada pukul 20.00 WIB, Minggu malam (9/5).

Diakibatkan hujan lebat membuat tanah perbukitan itu turun dan menutupi badan jalan.

“Kejadian berlangsung pada malam kemaren, di saat hujan lebat mengguyur Malalak. Longsor cukup parah membuat akses jalan tidak bisa dilalui,” ungkap Kapolsek IV Koto, Iptu Dedi Kurnia kepada Prokabar.com saat melihat langsung lokasi kejadian Senin (10/5).

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Sehubungan Operasi Ketupat Singgalang 2021, Jajaran Polres Bukittinggi telah mendirikan pos pengamanan di Simpang Malalak. Sebagai bentuk kesiap-siagaan menghadapi kondisi lakalantas atau bencana alam.

“Kita terus melakukan pengamanan terkait longsor yang telah terjadi. Meski demikian, kami menghimbau seluruh masyarakat untuk tetap berhati-hati melintasi jalur alternatif Sicincin menuju Bukittinggi ini,” tuturnya.

Sementara itu, Babinsa Malalak, Sersan Kepala Zainil Arifin juga Ninik Mamak Nagari Malalak mengatakan, lokasi tersebut sudah menjadi langganan longsor. Terutama di saat curah hujan tinggi menimpa Malalak.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

“Kita melihat masih ada aliran air dari atas perbukitan. Dan itu menjadi potensi utama pemicu terjadinya longsor tersebut. Kami sangat berharap kepada pihak terkait dapat menuntaskannya, sehingga tidak berlarut-larut longsor terjadi,” terangnya.

Saat ini alat berat milik PUPR Provinsi Sumatera Barat telah bekerja dan membersihkan material longsor. Dan bahkan sudah bisa dilalui dengan sistem buka tutup. “Pengerjaan ditargetkan tuntas hari ini,” ujarnya.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Sejak longsor besar melanda Bukik Apik ini lanjutnya, longsor terus terjadi di saat hujan lebat melanda. “Akses ini sangat penting dan dibutuhkan sangat masyarakat Malalak dan Tandikek Padang Pariaman. Maupun pengguna jalan dari Padang yang hendak ke Buktitinggi. Selain akses bagus dan indah, juga jarak tempuh lebih dekat ketimbang melalui jalur utama jalan nasional Padang-Padang Panjang-Bukittinggi,” tutupnya. (rud)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB