Padang, Prokabar — Dibuka tiga tahun silam, saat masa kampanye pemilu legislatif, jalan lingkungan yang menghubungkan kelok kuranji dengan pasa lalang masih terbengkalai.
Tak kurang dua titik yang harus dibebaskan sepanjang 100 meter.
Penelusuran ketua rt Rt 01 Rw 08 Kelurahan Kuranji Kecamatan Kuranji, Rusli, dua titik tersebut berasal dari dua kaum yang berbeda dengan satu suku yang sama, yakni suku jambak.
Solusinya tentu harus ditemui dua orang yang pertama kali menginisiasi pembukaan jalan.
Jalan dengan plannning jalan selebar 6 sampai 8 meter ini, telah mengorbankan banyak batang pohon pinang, batang pohon kelapa, hingga batang pohon durian dan lainnya, yang harus ditebang tiga tahun silam.
Ketidakpastian kelanjutan pembangunan jalan, tentu akan terus menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat. Terutama mereka yang telah merelaka lahan dan tanamannya tiga tahun silam.
Ini mengemuka saat salah satu jamaah mempertanyakan hal tersebut pada anggota Dprd Sumbar Evi Yandri Rajo Budiman, dalam safari ke Masjid Nurul Ihsan di Kawasan Kelok Kuranji.
Wakil Ketua Komisi satu DPRD Sumbar ini juga mengaku siap melanjutkan pembangunan jika masalah lahan yang belum bebas dapat segera tuntas.
“Yang terpenting saat ini bagaimana agar tokoh masyarakat dan juga dua kaum yang memiliki kuasa atas lahan tersebut, dapat menyerahkan lahan untuk kepentingan masyarakat banyak.” Sebut Evi Yandri yang juga Ketua Fkan Pauh IX ini.
Jalan yang sudah bebas tiga tahun silam adalah sepanjang 300 hingga 500 meter.
Sementara total panjang jalan yang dibutuhkan untuk menuju pasa lalang mencapai 1,5 hingga dua kilometer. (adh)
















