BKSDA : Penampakan Buaya Di Tiku Berada di Area Konservasi

Penulis -

Selasa, 4 Mei 2021 - 23:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Agam, Prokabar – Penampakan Buaya (crocodylus porosus) yang sempat viral di media sosial mendapat tanggapan dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resor Agam, Selasa (4/5).

Buaya tersebut terlihat sedang berjemur di daratan menyerupai Kebun Pisang dekat pemukiman warga, di Tiku, Agam.

Kepala Resor BKSDA Agam menyebutkan, di dalam video berdurasi 25 detik itu, terlihat seekor buaya berukuran cukup besar sedang menganga di daratan pinggiran sungai menyerupai kebun pisang. Satwa buas itu terlihat berjemur, dan tidak menunjukan sifat agresif.

“Kejadian tersebut kami terima dilaporannya dari Pemerintah Nagari Tiku Limo Jorong. Dan kami langsung ke lokasi untuk identifikasi,” ungkap Kepala Resor BKSDA Agam tersebut.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Petugas BKSDA mendatangi langsung lokasi kemunculan satwa buaya itu, dan melaksanakan wawancara dengan saksi mata dan serta identifikasi lapangan.

“Dari hasil identifikasi, lokasi kemunculan Buaya itu merupakan memang habitatnya. Dan merupakan daerah konservasi HCV PT. Mutiara Agam. Sedangkan pemukiman tersebut adalah mes pekerja PT. Mutiara Agam yang berada berdampingan dengan lokasi HCV,” ujarnya.

Menurut Zairal, pekerja yang mendiami mess tersebut, di lokasi HCV terdapat dua ekor satwa buaya yang berukuran sekitar 2 meter. Setelah berkoordinasi dengan pihak manajemen PT. Mutiara Agam.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

“Kami menyampaikan kepada manajemen PT. Mutiara Agam, agar melakukan pemantauan dan monitoring terhadap satwa yang berada di lokasi HCV itu. Memberikan edukasi dan penegasan kepada para pekerja yang mendiami mess untuk tidak membuang sampah sisa rumah tangga ke dalam sungai lokasi HCV, karena dapat memancing satwa buaya untuk terus datang dan muncul dekat pemukiman pekerja,” terang Ade.

High Conservation Values atau disingkat HCV adalah areal di dalam konservasi perkebunan kelapa sawit yang memiliki nilai konservasi tinggi. Sehingga perlu dipertahankan dan dikelola untuk menjaga keberlanjutan fungsi ragam hayati, fungsi tata air dan kesuburan tanah, dan fungsi sosial budaya.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Berdasarkan laporan berkala yang disampaikan pihak PT. Mutiara Agam, di lokasi perkebunan yang dikelola perusahaan terdapat beberapa satwa langka dan dilindungi seperti Buaya muara, beruang, berbagai jenis Burung Elang, Siamang, Kucing Bakau dan beberapa satwa penting lainnya.

“Keberadaan HCV harus dipertahankan keberadaanya terutama untuk keberlangsungan satwa bernilai konservasi tinggi di areal perkebunan,” Tutupnya. (rud)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB