Makan Bareng Nenek Sebatang Kara, PWI dan BKSDA Agam Ajak Masyarakat Berbagi Sesama

Penulis -

Minggu, 2 Mei 2021 - 13:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Agam, Prokabar – Setelah sukses menjalin silahturahmi dengan masyarakat Sungai Batang, PWI Agam dan BKSDA Resor Agam melanjutkan Safari Ramadan di Kampuang Tanjuang Jorong Balai Badak, Nagari Batu Kambiang, Kecamatan Ampek Nagari, Sabtu (1/5).

Usai sholat magrib berjemaah di Masjid Nurul Hidayah, dilanjutkan berbuka bersama di rumah seorang nenek.

Melalui pendampingan Wali Jorong Balai Badak, Adamri Idrus (50) dan sejumlah warga, rombongan PWI dan BKSDA itu melaksanakan berbuka puasa bersama di rumah Asnizar (65). Seorang nenek hidup sebatang kara di rumahnya.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

“Ibu Asnizar hidup sebatang kara setelah anak bungsu yang satu-satunya tinggal dan masih hidup, menjalin bahtera rumah tangga,” ungkap Wali Jorong Balai Badak.

Ia dan suaminya lanjut Adamri, sudah berpisah sejak 15 tahun lalu. Dan sudah menjadi garin masjid di Gasan Gadang, Batu Gasang, Kabupaten Padang Pariaman.

“Ibu Asnizar memiliki 5 orang anak kandung. Namun malang, sudah meninggal empat orang. Sehingga hanya satu orang yang hidup. Si bungsu Teguh Saputra (27). Telah berkeluarga pula dan tinggal di Padang Tongga, Nagari Manggopoh, Lubuk Basung,” terang Wali Jorong Balai Badak.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Kondisi itu menjadi perhatian khusus seluruh masyarakat. Pertama dengan bantuan bedah rumah dari RTLH (Rumah Tidak Layak Huni) dari Dinas Perkim (Perumahan dan Pemukiman) pada 2019 lalu.

“Dengan bantuan senilai Rp 15 juta, dibangun secara gotongroyong bersama masyarakat, rumah nenek Asnizar dberdiri kokoh. Untuk mencukupi kebutuhan hidup, Pemerintahan Jorong dan Nagari juga merekomendasi program Baznas Agam melalui Program Konsuntif Rp300 ribu perbulan,” tuturnya.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Sementara itu, Ketua PWI Agam, Mursidi mengatakan, sebagai buah tangan kunjungan selain berbuka bersama, rombongan itu juga menyerahkan satu sembako. Berupa 10 kg beras, 1 kg gula pasir, minyak gorong, satu botol sirup dan satu pakk telur ayam beras.

“Jangan dilihat nilainya, tapi lihatlah bentuk kebersamaan dan jalinan silahturahmi yang telah terjalin. Berharap bermanfaat dan memberi makna,” terangnya. (rud)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB