PBM Tatap Muka Ditutup, Agam masuk Zona Orange

Penulis -

Kamis, 29 April 2021 - 22:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Agam, Prokabar – Berdasarkan hasil rapat evaluasi Satuan Gugus Tugas bersama Forkopimpda Kabupaten Agam, semua aktifitas yang menghimpun keramaian dan tatap muka kembali dibatasi. Kebijakan itu kembali berdampak kepada Proses Belajar Mengajar (PBM) Tatap Muka di Seluruh Tingkat pendidikan di Agam.

Aktifitas belajar dan mengajar kembali ditiadakan. Dan anak didik dan guru tetap melakukan proses pembelajaran melalui daring dan luring.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Isra, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Agam menjelaskan, penekanan ini disebabkan berubahnya status zona orange di Agam. Artinya, angka peningkatan orang terpapar Covid-19 kembali meningkat. Membuat grafik status berubah yang awalnya sudah hijau meningkat menjadi kuning hingga orange.

“Sesuai hasil rapat evaluasi gugus tugas penanganan Covid-19 bersama Forkopimda, mengharuskan Bupati Agam membuat Surat Edaran untuk melakukan kebijakan. Menutup kembali aktifitas ajar mengajar secara tatap muka. Kebijakan ini telah dimulai Senin (26/4) lalu,” ungkapnya.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Hal ini sesuai keputusan tiga menteri terkait proses belajar mengajar harus menyesuaikan kondisi dan situasi daerah masing-masing. Terutama berkenaan dengan tingkat status zona covid-19 di setiap daerah.

Kepala Disdikbud Agam itu juga menjelaskan sejak pemberlakuan belajar daring dan luring, banyak anak didik yang mengalami penurunan. Terutama daya kompetisi dan tingkat daya tangkap anak memahami semua pelajaran yang diberikan.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

“Pengaruh belajar menggunakan handphone jelas banyak pengaruh buruknya. Apalagi masih minimnya kemampuan orang tua memiliki handphone. Adapun yang mampu, tapi sangat lemah untuk melakukan pengawasan atau control penggunaan alat telekomunikasi berjaringan internet tersebut,” tutupnya. (rud)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB