Padang, Prokabar – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumatera Barat (Sumbar) telah melakukan sejumlah pemetaan di jalur mudik yang berpotensi terjadi kemacetan saat arus mudik Lebaran 2018 dan menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat tahun 2018.
Dirlantas Polda Sumbar, Kombes Pol Singgamata di Padang mengatakan pemetaan telah dilakukan sejak bulan lalu. “Kita sudah mulai tahap perencanaan dan telah melakukan survei awal pada tanggal (22/5) kemarin. Dalam survei tersebut ditemukan beberapa titik-titik yang perlu dibenahi agar dapat mengurangi kemacetan,” ujar Dirlantas Polda Sumbar, Kombes Pol Singgamata di ruangan MTMC Dirlantas Polda Sumbar, Senin (4/6).
Lebih lanjut dirinya mengungkapkan bahwa potensi kemacetan terjadi di ruas jalan Padang-Bukittinggi tepatnya pasar tumpah Lubuk Alung, Sicincin, Lembah Anai, Pasar Koto Baru yang bisa memakan waktu hingga 10 jam perjalanan saat musim mudik lebaran.
“Kita berusaha bagaimana waktu tempuh 10 jam tersebut bisa disingkat, ini yang selama ini menjadi keluhan masyarakat saat mudik,” ungkap Singgamata.
Selain itu, perlintasan Kereta Api dan sejumlah titik ruas jalan yang rusak juga jadi penyebab terjadinya kemacetan, dan pihaknya sudah memerintahkan Kasatlantas jajaran segera koordinasi dengan instansi terkait untuk menuntaskan persoalan tersebut.
“Saya telah komunikasikan dengan PU terkait perbaikan jalan, selain itu kami juga telah menyiapkan CCTV untuk memantau lalu lintas di Pasar Koto Baru, saat ini CCTV sudah terpasang di 27 titik dan dalam waktu satu jam akan di share di media sosial sehingga masyarakat mengetahui perkembangan terkini jalur Pasar Koto Baru tersebut,” ujarnya.
Selain itu, pihaknya juga telah mensiagakan anggotanya untuk pengamanan lalu lintas di sejumlah titik kemacetan tersebut, dan juga akan menyiapkan mobil derek dan alat berat di tempat rawan kecelakaan dan longsor di wilayah Sumatera Barat. (*/cvs/hdp)
















