Harga Terus Turun, Pemkab Pessel Belum Bisa Beli Gabah Petani

Penulis -

Selasa, 30 Maret 2021 - 19:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pesisir Selatan, Prokabar – Satu bulan terakhir, harga Gabah Kering Panen (GKP) di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) mengalami penurunan. Petani meminta pemerintah daerah menyerap hasil panen mereka.

Mirisnya, hingga kini, Pemkab Pessel belum bisa membeli gabah petani untuk keperluan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP).

Ketua Gabungan Kelompok Tani Batang Timbulun Kecamatan Sutera, Buskamil menyampaikan upaya itu guna meredam laju penurunan agar tidak terus terjadi. Jika tidak, ia khawatir harga kian anjlok, mengingat masih adanya sejumlah kecamatan memasuki masa panen.

“Ironi bagi petani. Satu sisi, pemerintah senang bila panen melimpah, tapi di satu sisi lainnya, petani gigit jari karena harga menjadi murah,” ujarnya pada Prokabar.com Selasa (30/3).

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Ia menjelaskan, harga GKP di tingkat petani kini sudah menyentuh Rp4.300 per Kilogram, dari Rp4.800 per Kilogram. Akibatnya, hasil panen yang diterima petani sudah tidak seimbang lagi dengan pengeluaran petani.

Padahal, petani merupakan tulang punggung perekonomian daerah. Sebagian besar tenaga kerja di Pessel berada di sektor pertanian, lebih dari 40 persen.

Bahkan sektor pertanian penyumbang terbesar dalam Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB). Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS), kontribusinya di atas 30 persen tiap tahun.

Sementara di lain sisi, harga kebutuhan bahan pokok kian melambung. Belum lagi kebutuhan lain seperti memasuki bulan puasa, lebaran idul fitri dan tahun ajaran baru pendidikan.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

“Nah, jangan sampai ini memperpanjang rantai kemiskinan di Pesisir Selatan,” tuturnya.

Kepala Dinas Pangan, Alfis Basir mengaku, hingga kini pemerintah daerah belum bisa membeli gabah petani untuk keperluan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP).

Sesuai regulasi yang ada, pemenuhan CPP dibeli melalui Bulog. Beras yang dibeli pemerintah daerah adalah kualitas medium. Sedangkan beras yang diproduksi petani di Pesisir Selatan adalah kelas premium.

Apalagi, saat ini Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan tidak melakukan penambahan CPP, akibat minimnya APBD. Persediaan CPP di gudang Bulog kini tercatat 84 ton.

“Sebanyak 11 ton kita alokasikan untuk bantuan banjir di Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan dan Basa Ampek Balai Tapan,” terangnya.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Kendala lain tidak diserapnya gabah petani untuk CPP adalah tidak adanya gudang milik pemerintah daerah. Kendati demikian, ia berjanji akan mencari solusi, sehingga harga gabah di tingkat petani tidak terus turun.

Selama ini, untuk menjaga stabilitas harga pemerintah daerah melalui APBN menunjuk beberapa Gapoktan untuk membeli gabah petani. Kini, alokasi dana itu tidak ada.

Selain itu, akan pemerintah daerah akan berkoordinasi dengan Bulog agar menyerap gabah petani dengan mekanisme pasar. “Dulu pernah ada kerjasama soal harga dengan mereka,” tutupnya. (min)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB