Limbah Medis Corona, Begini Penaganannya di Pasaman

Penulis -

Rabu, 17 Maret 2021 - 23:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasaman, Prokabar — Kasus paparan corona di Pasaman melandai. Ini sesuai hasil data perkembangan yang ditampilkan tim gugus tugas dalam websitenya http://corona.pasamankab.go.id/. Tercatat, tinggal 12 orang yang hanya terpapar positif dari 366 kasus yang terjadi.

Di sisi lain, perihal penaganan pasien positif, tidak terlepas dari perannya Dinas Kesehatan dengan Puskesmas dan RSUD Lubuk Sikaping. Tidak sedikit pula limbah corona yang dihasilkan dalam penaganan pasien.

Direktur RSUD Lubuk Sikaping, Yong Marzuhaili menjelaskan, di RSUD sendiri, dalam penaganan limbah medis sudah matap. Terstruktur dan sistematik sesuai SOP penanganan sebuah limbah medis.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

“Dalam penanganan limbah medis, baik sebelum atau saat pandemi corona, kami menangani limbah sesuai SOP dengan melibatkan pihak ketiga karena kondisi,” kata Yong.

Dijelaskan Yong, dalam penaganan limbah khusus infeksius, pihak RSUD menyimpannya dalam freezer atau kotak pendingin khusus sebelum dibawa rekanan atau transpoter limbah untuk dimusnahkan.

“Limbah medis in ikan banyak. Ada yang penaganannya standar ada yang khusus. Pada umumnya, penaganan khusus ini untuk jenis limbah infeksius ini termasuk limbah penanganan corona,” kata Yong.

Setelah dikumpulkan, RSUD bekerjasama dengan rekanan dari Sijunjung untuk diangkut dan dimusnahkan di perusahaan khusus pemusnahan limbah medis di Pulau Jawa. Namanya PT Wastec. Ini sudah terferifikasi oleh Kementrian Lingkungan Hidup.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

“Untuk sekilo limbah, kita mengeluarkan biaya sekitar Rp25 ribu per kilo. Terakhir kita mengirim limbah untuk dimusnahkan sekitar 1,3 ton,” jelas dokter Yong.

Hal yang sama juga diakui Sekretaris Dinas Kesehatan, Rahardian Suryanta. Dinas kesehatan dalam penaganan, transportasi pengangkutan limbah hingga pemusnahan juga memakai jasa pihak ke-3 alias rekanan.

“Tahun lalu per kilonya limbah Rp25 ribu, tahun ini Rp19 ribu,” kata Rahardian.

Di sisi lain, tahun lalu ada surat edaran dari Pemrov Sumbar perihal pepananganan limbah medis ini di PT Semen Padang.

Baca Juga :  Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Edaran ini disambut baik oleh Pemerintah Kabupaten Pasaman, dimana jika dihitung-hitung memang irit biaya.

“Hanya saja, kita tidak memiliki fasilitas untuk pengangkutan limbah ini. Beli pula mobil dan sarana lain, tambah besar anggaran yang diperlukan. Apalagi anggaran saat ini yang sudah refokusing pula. Tambah kecil pembiayaan operasional dan lainnya. Dipikir-pikir dan ditimbang secara keseluruhan, kita masih efektif memakai jasa transporter dan pihak ketiga dalam pemusnahan limbah medis infeksius ini. Ini tidak masalah setelah kita koordinasikan dengan pihak Pemrov Sumbar,” pungkas Yong. (Ola)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB