Jangan Abai! Kesehatan Gigi Anak Pengaruhi Kesehatan Tubuh Mereka

Penulis -

Kamis, 11 Februari 2021 - 10:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Padang, Prokabar- Seringkali kita bertanya, pentingkah melakukan perawatan gigi pada anak, padahal mereka masih kecil? Jawabannya adalah iya. Menjaga kesehatan gigi dan mulut sejak dini sangat penting untuk anak-anak, karena kesehatan gigi merupakan faktor penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak itu sendiri.

Dokter Spesialis Gigi Anak Semen Padang Hospital, Dr. drg. Dewi Elianora MDSc Sp. KGA mengungkapkan, kesehatan gigi dan mulut anak akan mempengaruhi kesehatan tubuh anak secara umum dan tumbuh kembang rahang. Jika anak sakit gigi anak tidak mau makan, asupan gizi menjadi berkurang, akibatnya terjadi penurunan berat badan karena nutrisi terganggu. Selain itu, kualitas hidup anak juga akan terganggu seperti sering tidak bisa masuk sekolah, belajar terganggu dan berdampak juga terhadap psikologis anak.

“Pemeriksaan gigi dan mulut anak, sebaiknya dilakukan sejak usia dini saat gigi susu sudah ada yang tumbuh. Bahkan dalam dunia kesehatan gigi dan mulut pada anak, paling telat pemeriksaan gigi dan mulut anak dilakukan pada usia 1 tahun,” ujar dokter yang akrab disapa dokter Dewi ini.

Untuk pemeriksaan gigi dan konsultasi rutin ke dokter gigi anak, lanjutnya, dianjurkan dilakukan setiap 3 – 6 bulan sekali. Pemeriksaan rutin bertujuan untuk memeriksa apakah ada lubang baru yang baru terbentuk, atau kemungkinan adanya tambalan yang lepas, termasuk pemeriksaan adanya gigi permanen yang sudah tumbuh sedang gigi susunya belum dicabut, kontrol kebersihan rongga mulut dan untuk mengetahui perlu atau tidaknya dilakukan aplikasi fluor untuk mencegah terjadinya lubang gigi. Manfaat dari dilakukannya pemeriksaan rutin supaya tumbuh kembang gigi dan rahang anak baik.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

“Orang tua seringkali tidak begitu memperhatikan kesehatan gigi anaknya, sehingga tak jarang anak yang melakukan pengobatan ke dokter gigi saat kondisi gigi anaknya sudah cukup parah. Padahal harusnya pemeriksaan gigi untuk anak dilakukan sedari dini guna menghindari hal yang tidak kita inginkan,” ujar dokter Dewi yang pernah mengajar sebagai dosen di FKG Universitas Baiturrahmah Padang ini.

Ia menjelaskan, imbauan untuk tidak abai terhadap kesehatan gigi anak sedari dini, karena anak kecil tidak akan luput dari masalah gigi, meski gigi yang awalnya mereka miliki adalah gigi susu. Tapi gigi susu tersebut akan copot dan tergantikan dengan gigi permanen.

“Anak anak merupakan miniatur orang dewasa, masalah kesehatan giginya hampir sama dengan orang dewasa,” katanya.
Dokter Dewi juga menjelaskan, masalah gigi dan mulut yang paling sering dijumpai pada anak adalah gigi berlubang, penyakit gusi (gusi bengkak dan berdarah), bengkak pada gusi hilang timbul akibat gigi berlubang dan tidak dirawat, gigi keropos, gigi tinggal sisa akar karena minum susu botol, gigi yang tumbuh tidak pada tempatnya efek pencabutan yang belum pada waktunya.
Berbagai masalah gigi pada anak tersebut pastinya dapat mempengaruhi tumbuh kembang gigi tetap dan tumbuh kembang rahang anak, sehingga nantinya akan mempengaruhi psikologis dan kualitas hidup anak.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Untuk penanganan gigi anak pada saat pemeriksaan gigi, lanjut dokter Dewi, perlu upaya yang berbeda dengan orang dewasa. Dari segi anatomi dan morfologis gigi anak jelas berbeda, gigi anak lebih kecil jika dibanding orang dewasa. Penangganan gigi anak sedikit lebih sulit dibanding orang dewasa, karena ketakutan untuk berjumpa dengan dokter, disini perlu komunikasi yang baik antara dokter gigi, anak dan orang tua supaya anak mau membuka mulutnya untuk dilakukan pemeriksaan. Dituntut managemen perilaku yang bagus, supaya anak menjadi kooperatif pada saat dilakukan pemeriksaan gigi dan mulutnya. Perlu kerjasama yang baik antara dokter gigi, anak dan orang tua.

Di Semen Padang Hospital, saat ini telah tersedia dokter spesialis gigi anak untuk kesehatan gigi mereka. Anak-anak dapat dibawa ke SPH untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan gigi bersama dokter spesialis gigi anak yang telah berpengalaman di bidangnya.

“SPH memiliki berbagai keunggulan dalam melakukan perawatan gigi pada anak yakni peralatannya lengkap dan tersedia, dokter yang menangani adalah dokter spesialis khusus gigi anak, seperti gigi anak normal maupun anak berkebutuhan khusus, perawatnya terlatih, SOP mengikuti aturan/protokoler kesehatan yang berlaku,” jelas dokter Dewi yang telah berprofesi sebagai dokter spesialis gigi anak sejak 2011 ini.

Selain itu, dalam pemeriksaan kesehatan gigi selama masa pandemi ini, pemeriksaan gigi dan mulut anak mengikuti aturan dan protokoler kesehatan yang berlaku, peralatannya lengkap dan tersedia sehingga tidak perlu takut berobat ke dokter gigi anak.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Ia juga mengimbau agar para orang tua melakukan pemeriksaan kesehatan rongga mulut sejak dini saat gigi susu sudah ada yang tumbuh, meskipun gigi susu kecil tapi sangat berpengaruh nantinya terhadap tumbuh kembang rahang anak. Gigi susu sangat penting sebagai guidline dari gigi tetap. Selain itu, mengatur pola makan dan minum anak untuk mencegah gigi berlubang, menghindari minum susu botol/asi pada tengah malam (sambil tidur) setelah gigi anak erupsi, melakukan penambalan ke dokter gigi anak jika sudah terbentuk lubang gigi dan belum ada keluhan.

“Biasanya, saat anak sudah sakit gigi, orangtua akan menjadi panik, anak mengeluh dan menangis sakit, kadang diikuti demam dan pembengkakan menyebar sampai ke pipi dan di bawah mata. Ini tak boleh ditunda dan harus segera di bawa ke dokter gigi anak,” imbaunya.

Ia juga meminta orang tua untuk rutin melakukan konsultasi setiap 3 – 6 bulan untuk melihat tumbuh kembang gigi dan rahang anak. Hal itu agar kualitas hidup anak menjadi lebih baik karena anak merupakan harapan orang tua dan masa depan bangsa.

Dokter Dewi merupakan alumni S1 FKG Unbrah, Sp. KGA UGM, S2 university Malaya KL Malaysia dan S3 FKG UGM. Untuk dapat melakukan pemeriksaan gigi anak dengan dokter Dewi, silahkan lakukan pengecekan jadwal di website SPH dan lakukan booking via online ataupun whatsApp. (rls/eym)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB