Padang, Prokabar — Tahun 2020 menjadi tahun yang cukup berat bagi Indonesia Port Corporation/IPC atau PT Pelabuhan Indonesia/Pelindo II (Persero) cabang Teluk Bayur, karena secara tidak langsung memberi dampak pada aktivitas pelabuhan.
Namun kendatipun begitu, menghadapi tahun 2021, Pelindo II Teluk Bayur cukup optimis kondisi akan jauh lebih baik. Pasalnya Pelindo II Teluk Bayur menjadi salah satu wilayah atau cabang yang cukup stabil di tahun lalu.
“Ya memang tak seperti saat kondisi normal, karena mengalami penurunan. Namun aktivitas tidak pernah berhenti dan tidak mengalami gangguan. Termasuk aktivitas bongkar muat jika berjalan seperti biasanya, sebab semuanya menggunakan mesin bukan tenaga manusia.” ungkap GM PT Pelabuhan Indonesia II Teluk Bayur, Nunu Husnul Khitam, Kamis (4/2).
Lebih lanjut, dirinya memaparkan bahwa di tahun ini diprediksi ekspor minyak sawit mentah atau crude palm oil(CPO) dari pelabuhan akan meningkat. Karena saat ini sudah banyak investor, khususnya di bidang produksi minyak sawit mentah terus melakukan aktivitas, sehingga diprediksi tahun ini akan mengalami kenaikan.
“Melihat kondisi saat ini, Target kami 2021, tetap optimis meningkat. Untuk CPO ini ekspornya banyak ke daerah Asia Selatan,” sambungnya.
Selain itu, tahun ini pihaknya akan meperioritaskan pembagunan Maritim Center di Muaro Padang.
“Saat ini progres pembangunan telah mengurus Amdal, Andalalin, pengurusan Surat rekomendasi teknik balai wilayah sungai Sumatera , Keterangan Perencanaan Kota dan pengurusan IMB.” terangnya. (hdp)
















