Belajarlah pada PKL Kelok Sembilan

Penulis -

Jumat, 1 Juni 2018 - 00:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Payakumbuh, Prokabar – Ratusan PKL di Kelok Sembilan bersedia pindah ke lokasi yang lebih aman. Inilah relokasi pedagang kicik paling sukses di Sumbar.

“Kami bersedia pindah, untuk apa bersitegang urat leher, kita berpikiran baik saja pada anjuran pemerintah,” kata salah seorang pedagang jagung bakar di jembatan paling spektakuler di Asia Tenggara itu, Kamis (31/5).
Jika saja PKL ada yang membantah satu dua orang, bisa masuk angin dan tukang kompor langsung bermain.

“Salut kita sama dunsanak di Kelok Sembilan, mungkin cara pemerintah juga baik, kalau di Padang sudah badaram-daram pula saya kira, karena banyak orang pintar yang tiapnya punya enam pendapat sehingga tambah kacau,” ini kata seorang PKL di Padang.
“Jangan tulis nama saya ya,” kata dia.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Relokasi PKL di Kelok berbeton itu, sebentar saja diwacanakan dan langsung eksekusi.

Ini bukti kalau semuanya benar benar mau berbuat, tidak ada yang tidak mungkin. Gubernur dan Wakil Gubernur turun tangan, Bupati dan jajaran OPD Pemkab Limapuluh Kota bekerja. Disokong oleh Polda Sumbar, khususnya Dirlantas Polda Sumbar yang muda itu.

Baca Juga :  Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Persoalan PKL di Kelok 9 ini menjadi masalah menahun. Berbagai cara ditempuh sejak dulu. Mulai dari cara ajakan sampai pengusiran paksa. Tetap saja tidak mangkus. Sekarang? Relokasi dilakukan dengan senyuman.

Kelok Sembilan

Kelok Sembilan adalah jalan mulut botol yang menghubungan Sumbar dan Riau. Dibangun Belanda 1908 sampai 1914. Keloknya untuk mempertemukan daratan paling atas dan bawah.

Pada masa Gubernur Sumbar Zainal Bakar, di gubernuran, wartawan senior Karni Ilyas mengusulkan pada suami presiden kala itu, Taufiq Kiemas agar dibuat jalan layang di sana.

Baca Juga :  Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Hasilnya dibuatlah rencana oleh kepala PU Sumbar alm Hediyanto bersama Dody Ruswandi. Pendanaan kemudian dilobi oleh sejumlah pihak, termasuk anggota DPR, Mulyadi.
Lantas kemudian dilanjutkan semasa Presiden SBY dan Gubernur Gamawan Fauzi. Jembatan itu diresmikan oleh SBY Oktober 2013.

Jembatan layangnya sepanjang 2,5 km. Jembatan ini membentang meliuk-liuk menyusuri dua dinding bukit terjal dengan tinggi tiang-tiang beton bervariasi mencapai 58 meter. Terhitung, jembatan ini enam kali menyeberangi bolak balik bukit.
Jembatan ini tentu saja dibangun dengan memakai Semen Padang. (laf)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB