Produksi Ikan Olahan di Pariaman Capai 208,5 Ton

Penulis -

Sabtu, 9 Januari 2021 - 08:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pariaman, Prokabar — Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kota Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar) mencatat pengusaha yang merupakan keluarga nelayan di daerah itu memproduksi 208,5 ton ikan olahan sepanjang 2020 yang jumlah itu sama dengan 2019.

“Yang diproduksi berupa ikan kering atau ikan asin dan serbuk ikan untuk pakan ternak yang pemasarannya tidak saja di Pariaman namun juga di sejumlah daerah lainnya di Sumbar,” kata Kepala Bidang Kelautan dan Perikanan, Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kota Pariaman, Citrha Aditur Bahri dilansir dari MC Pariaman, Sabtu (9/1).

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Ia menyebutkan setidaknya ada 28 pelaku usaha di Pariaman memproduksi ikan asin dan serbuk ikan yang bahan bakunya diambil dari hasil tangkapan nelayan setempat.

Ia menjelaskan karena bahan baku produksi pengolahan ikan berdasarkan hasil tangkapan nelayan setempat yang terkadang melimpah maka hasil produksi ikan olahan di Pariaman bersifat fluktuasi.

“Kalau ikan melimpah tidak masalah dengan harga tapi jika tangkapan ikan berkurang maka harga bersaing dengan masyarakat atau pedagang kuliner,” katanya.

Ia mengatakan proses pengolahan ikan di Pariaman masih bersifat tradisional namun cita rasanya tidak kalah dengan produk yang diolah dengan teknologi modern.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

“Karena itu kami mendorong pelaku usaha ini untuk mengemas produknya dengan baik sehingga dapat dipasarkan di minimarket,” ujarnya.

Sebelumnya produksi ikan tangkap Kota Pariaman, Sumatera Barat pada 2020 mencapai 6.218,5 ton atau meningkat 205 ton dari 2019 yang hanya 6.013,5 ton.

“Peningkatan itu seiring bertambahnya jumlah kapal yang dimiliki nelayan serta bantuan kapal dan alat tangkap yang diberikan pemerintah kepada nelayan,” kata Citrha.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Ia menyebutkan sekitar 2013 jumlah bagan di Pariaman hanya berjumlah tiga unit namun sekarang sudah mencapai 12 unit yang dimiliki oleh nelayan di daerah itu.

Selain itu pada 2013 jumlah kapal tonda di Pariaman hanya berjumlah tiga unit namun sekarang jumlahnya telah mencapai 16 unit. (*)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB