Satu Nagari Satu Produk, Jangan Jadi Pak Tiru

Penulis -

Rabu, 25 November 2020 - 09:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar – Kejayaan ekonomi Minangkabau zaman lampau terajunya ada pada one village, one product, atau satu nagari satu produksi.

Jika ada yang sama, bukan karena pak tiru melainkandisebabkan basis komunal mereka memang itu. Inilah yang sedang dipikirkan Jenderal Fakhrizal dan Genius Umar.

Menurut keduanya, Minggu (22/11) gubernur baru harus bisa menjadikan sistem ekonomi pertanian di Sumbar fokus. Ia memungut contoh ekonomi tua di Agam. Di sana tiap nagari punya spesialisasi yang diabaikan pemerintah. Sungai Pua misalnya pandai besi dibiarkan saja.

Lawang sentra gula tebu, juga dibiarkan. Lawang dengan kacang tanah tak dibina. Nagari Sanjai, dengan kripik, tinggal namanya saja karupuak sanjai tapi sudah jadi milik umum sehingga, yang lain kehilangan kreativitas. Demikian juga kopi di Bukik Apik, diperdiarkan saja alami.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Bofet Sianok, sudah tak ada padahal untuk sarapan pagi perlu. Belum lagi perkayuan di Tilatang Kamang, anak ikan di Gaduik dan lainnya. Demikian juga di Padang Pariaman, produksi minyak kelapa kurang dijaga oleh pemerintah. Ini benar-benar memerlukan tindakan nyata.

Hal yang sama juga terjadi di Tanah Datar. Lamang Tapai Limo Kaum terkesan tak dibina. Lihat saja, penjualannya hanya di sela-sela toko pakaian di dalam pasar. Padahal terkenal seantero nusantara. Harusnya dibina dan ditata dengan baik, sehingga benar-benar meningkatkan ekonomi masyarakat.

Belum lagi kopi eks tanam paksa di sepanjang lereng Marapi. Makanya Koto Tuo dan Pasia Laweh fokus pada tanaman dan produksi kopi sampai saat ini. Tetapi pemasarannya masih terbatas. Padahal itu salah satu komoditi eskpor yang tentu nilai ekonomisnya lebih baik.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

“Tentu disertai dengan kemasan dan jaminan mutu yang baik. Di sana perlu kehadiran pemerintah dalam hal pembinaan,” kata Jenderal.

Ia juga tertarik dengan produk Belango yang dihasilkan masyarakat Galo Gandang, Kecamatan Rambatan. Hingga saat ini pasar produk itu masih tersedia di sejumlah daerah tetangga seperti Sumatera Utara, Jambi, Riau dan Kepulauan Riau. Itu dengan bentuk produk dan pola pemasaran yang dipertahankan dari dulu.

“Jika ada sentuhan pemerintah untuk memberdayakan beragam produk dan dibantu pemasarannya, ini akan semakin memperkokoh ekonomi masyarakat setempat,” lanjut Fakhrizal.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Belum lagi Kacang Randang Pariangan, Saka Niro di Sungayang dan banyak lagi lainnya. “Jika peta pertanian Sumbar itu kokoh maka ekonomi akan kokoh pula. Pertumbuhan ekonomi akan naik,” tegasnya.

Limapuluh Kota dengan produksi gambirnya dan peternakan ayam.

“Pasaman Barat juga harus difokuskan dengan budidaya jagung. Sementara daerah pesisir Pariaman, Pesisir Selatan dan lainnya tentu dengan kemajuan nelayan dan potensi wisata bahari. Dibarengi dengan seni tradisi dan kulinernya.

“Gandeng perguruan tinggi, berdayakan masyarakat agar ekonomi mereka kokoh. Sumatera Barat kuat dan SDM-nya unggul,” tambah Genius Umar. (rls)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB