Tiga Kasus Konflik Satwa Liar Dengan Manusia Selama November 2020 Di Agam

Penulis -

Minggu, 22 November 2020 - 22:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Agam, Prokabar — Kasus konflik satwa liar dengan manusia semakin meningkat di Kabupaten Agam selama November 2020 ini. Setidaknya terdapat tiga kasus menonjol beberapa waktu ini.

Kasus pertama terjadi pada Senin (16/11), terkait penanganan konflik satwa liar jenis Beruang Madu, di Kelok 42, Jorong Kuok Tigo Koto, Nagari Matur Mudiak, Kecamatan Matur.
“Satwa beruang madu dilaporkan terlihat muncul beberapa kali disekitar kebun Durian milik warga setempat. Setelah pada bulan sebelumnya muncul dan terekam video warga di sekitar lokasi Kelok 35,” ungkap Ade Putra, Kepala BKSDA Resor Agam kepada Prokabar.com, Minggu (22/11).

Baca Juga :  Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Kejadian kedua pada Selasa (17/11), terkait penanganan konflik satwa liar jenis Macan Dahan, di Jorong Paraman, Nagari Sipinang, Kecamatan Palembayan. “Dilaporkan 3 ekor ternak Kambing milik warga setempat mati akibat interaksi negatif dengan satwa Macan Dahan,” terangnya.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Sementara itu, kejadian ketiga berlangsung konflik satwa liar jenis Buaya Muara (crocodylus porosus) di Sungai Batang Alahan Anggang, Jorong Tapian Kandih, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan.
“Interaksi negatif satwa Buaya Muara dan manusia menyebabkan satu orang korban warga setempat, terluka pada bagian kaki kiri ketika sedang mencari ikan,” imbuhnya.

Saat ini upaya penanganan sedang dilakukan oleh BKSDA melalui Resor Konservasi Wilayah II Agam bersama-sama dengan aparat pemerintah setempat, TNI-Polri dan masyarakat sekitar lokasi kejadian.

Baca Juga :  Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

“Kami dari BKSDA Resor Konservasi Wilayah II Agam, menghimbau kepada warga dan masyarakat untuk selalu berhati-hati. Serta waspada ketika beraktivitas, dan sejauh mungkin menghindari adanya aktivitas di sungai dan di kebun pada malam hari. Selain itu diminta kepada warga untuk melakukan pengamanan terhadap ternaknya dengan cara mengkandangkannya,” pungkasnya. (rud)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB