Tangkapan Nelayan Menurun dalam Lima Bulan Belakang, DPRD Pariaman Carikan Solusi

Penulis -

Senin, 16 November 2020 - 09:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pariaman, Prokabar — Ketua DPRD Kota Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar), Fitri Nora mengatakan terjadi penurunan tangkapan nelayan di daerah itu dalam lima bulan terakhir yang disebabkan karena cuaca buruk dan alat tangkap yang masih tradisional.

“Tangkapan mereka sangat menurun, bahkan ketika mereka pergi melaut pulangnya tidak bawa apa-apa padahal sudah keluarkan modal,” kata dia dilansir Prokabar dari MC Pariaman, Senin (16/11).

Ia mengatakan untuk itu pihaknya berupaya mencarikan solusi atas permasalahan yang dihadapi oleh nelayan tersebut baik berupa alat tangkap maupun alat pengawet ikan.

Menurutnya, alat tersebut akan diperjuangkan baik melalui DPRD Kota Pariaman maupun DPRD Provinsi Sumbar, serta DPR RI.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Namun, lanjutnya dalam kondisi sekarang nelayan tersebut butuh motivasi agar dapat bertahan hidup apalagi saat ini di masa pandemi COVID-19 yang berdampak pada ekonomi.

Meskipun saat ini masa pemilihan kepala daerah (Pilkada) untuk tingkat Sumbar di Pariaman, tegasnya namun pemerintah maupun anggota DPRD harus melihat kondisi nelayan dan kelompok profesi lainnya.”Meskipun itu bukan konstituen (orang yang tinggal di daerah pemilihan) kita namun mereka adalah warga Pariaman,” katanya.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Sementara itu, Ketua Kelompok Nelayan “Usaha Nelayan” di Pariaman, Zulfikar (53) mengatakan nelayan di daerah itu banyak duduk dan sebagian lainnya mengambil ikan dari daerah lainnya untuk dijual ke rumah-rumah warga.”Sebenarnya cuaca tidak menjadi masalah namun alat tangkap ini yang kurang memadai, jadi ketinggalan dari daerah lain,” ujarnya.

Ia mengatakan jika alat tangkap yang dimiliki kurang memadai dan ditambah cuaca buruk maka pihaknya pesimis dapat bersaing dengan nelayan dari daerah lain.

Sebelumnya sekitar 95 persen dari 1.183 orang nelayan di Kota Pariaman, Sumatera Barat masih bersifat nelayan tradisional sehingga mempengaruhi produksi ikan tangkap di daerah itu.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

“Saat ini masih banyak nelayan yang menggunakan kapal-kapal kecil dengan mesin robin yang dimodifikasi dengan jarak tempuh yang pendek,” kata Kepala Bidang Kelautan dan Perikanan Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kota Pariaman, Citrha Aditur Bahri.

Ia menjelaskan meskipun nelayan di daerah itu ada yang memiliki kapal ukuran diatas 5 gross ton (gt) namun jumlahnya sedikit sehingga tidak heran produksi ikan tangkap di Pariaman setiap tahunnya berkisar enam ribu ton. (*)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB