Diundang ke Bakaua Adat Sijunjung, Indra Catri Ingin Tradisi Ini Lestari

Penulis -

Rabu, 11 November 2020 - 12:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sijunjung, Prokabar—Tradisi bakaua adat di Nagari Lubuak Tarok, Kecamatan Lubuak Tarok, Sijunjung masih lestari. Bakaua adat merupakan tradisi turun temurun sebagai ucapan syukur setelah panen hasil pertanian di suatu daerah. Pada acara bakaua di Sijunjung, Senin (9/11), Indra Catri diundang oleh pemangku adat Nagari Lubuak Tarok.

“Alhamdulillah tradisi bakaua masih dipertahankan masyarakat Lubuak Tarok hingga kini. Tradisi seperti ini harus dilestarikan,” kata calon Wakil Gubernur Sumbar itu.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Indra Catri terkesan terhadap kegiatan adat tersebut. Menurutnya, bakaua adat merupakan perwujud antara adat dan syarak sebab di dalamnya terdapat beberapa kegiatan, seperti tahlilan, tarian khas Lubuak Tarok, dan kaul.

“Ganggam arek adat jo syarak, ka langik tuah malambuang_,” ujarnya.
Indra Catri ingin kegiatan adat seperti itu dilestarikan oleh generasi penerus bangsa. Ia berpendapat bahwa melalui acara adat itu nilai-nilai moral di tengah masyarakat terus hidup.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

“Ke depan akan kita kemas lebih baik karena kegiatan seperti ini juga harus mendapat perhatian,” ucapnya.

Sementara itu, Pucuk Adat Nagari Lubuak Tarok, Firman Bagindo Tan Ameh, mengatakan bahwa hadirnya Indra Catri dalam kegiatan itu merupakan momentum yang baik untuk sekaligus bersilaturahmi.

“Saya menumpangkan harapan besar kepada Indra Catri. Jika terpilih pada Pilgub Sumbar kali ini, semoga persolan adat dan budaya lebih diperhatikan oleh pemerintah,” ujarnya.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Secara hukum, kata Firman, negara sudah mengatur perihal kerajaan, keraton, dan lembaga adat lainnya. Namun, dalam perwujudannya, perhatian terhadap kelestarian adat budaya masih kurang.

“Hukum ada juga sangat lemah. Kami harap ini menjadi tanggung jawab kita bersama ke depan,” katanya. (*)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB