Pedagang Lontong Berharap Nasrul Abit Buka Sekolah kembali

Penulis -

Kamis, 5 November 2020 - 19:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar—Dampak ekonomi dari pandemi Covid-19 melanda hampir semua kalangan di Sumatra Barat (Sumbar). Salah satunya terhadap Asril Tanjung, penjual lontong di Bungus Timur, Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Kota Padang.

Sejak sekolah diliburkan karena pandemi Covid-19, Asril berhenti berjualan dan harus banting stir menjadi tukang ojek kampung. Penghasilannya hanya berkisar Rp25.000 sehari. Kondisi itu membuatnya galau karena tak ada siswa sekolah, yang berarti tak ada juga ketupat yang dikuahinya.

Dalam kegiatan safari politik Nasrul Abit, Asril menyampaikan aspirasinya yang telah lama ia pendam. “Kalau bisa anak-anak masuk sekolah pak. Saya jual lontong di sekolah. Tak ada anak sekolah tak terjual lontong saya,” tuturnya, Selasa (3/11).

Asril mengungkapkan bahwa sudah lebih dari empat bulan sekolah diliburkan. Selama itu pula ia harus berhenti berjualan. Sejak itu pula penghasilannya bergantung pada jasa ojek.
“Kami berharap sekolah mulai dibuka. Pendemi Covid-19 membuat saya dan masyarakat sengsara, Pak,” ujarnya.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Setelah mendengarkan curhat Asril, Nasrul Abit menjelaskan bahwa untuk membuka sekolah harus ada intruksi dan persetujuan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, apalagi untuk sekolah-sekolah di zona merah.
“Kota Padang ini kemarin zona merah. Jadi, sekolah belum bisa dibuka. Harus ada instruksi dari pusat baru bisa dibuka kembali,” tuturnya.

Nasrul Abit menyampaikan bahwa kasus positif Covid-19 di Sumbar masih tinggi. Karena itu, ia mengingatkan bahwa jangan sampai sekolah menjadi klaster baru penyebaran virus berbahaya tersebut. Soal pembukaan sekolah, menurutnya, pemerintah sudah punya kajian yang matang kenapa belum membuka sekolah dan masih membelakukan belajar daring (online). “Kita memahami sekolah online tidak efektif. Hanya 40 persen yang benar-benar mengikuti pelajaran,” ucapnya.

Sebagai calon gubernur, Nasrul Abit telah menyiapkan strategi menangani Covid-19. Misalnya, memperbanyak tempat sebagai ruang isolasi bagi pasien Covid-19 sesuai dengan kebutuhan jika pandemi belum berakhir. Ia berpendapat bahwa peningkatan kasus positif Covid-19 saat ini harus tangani dengan mempersiapkan sarana dan prasarana.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

“Kita harus siap dan punya langkah konkret dalam menangani wabah Covid-19, misalnya memanfaatkan gedung-gedung pemerintah untuk isolasi,” tuturnya.

//IC ke Solsel//

Sementara itu calon Wakil Gubernur Sumatera Barat, Indra Catri, pulang ke kampung istrinya di Koto Kaciak, Muaralabuh, Solok Selatan, Selasa (3/11). Di sana ia disambut baik oleh warga setempat. Ketika melanjutkan perjalanan ke daerah Sungai Ipuah, Nagari Pakan Rabaa Tangah, Kecamatan Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh (KPGD), ia dan istrinya diminta oleh masyarakat setempat untuk membangun rumah di daerah itu.

Antusiasme masyarakat Solok Selatan itu tak terlepas dari status Indra Catri yang merupakan anak menantu bagi daerah Saribu Rumah Gadang tersebut. “Kalau Pak Indra Catri terpilih jadi wakil gubernur, kami harap membangun rumah di sini,” kata warga Sungai Ipuah, Ires (65).

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Ia mengatakan bahwa di Sungai Ipuah ada tanah istri Indra Catri. Di tanah itulah mereka berharap Indra Catri membangun rumah agar ketika pulang ke Solok Selatan ia bisa tinggal atau singgah ke rumah tersebut. “Kami bangga dengan anak menantu kami yang maju dalam Pilgub Sumbar 2020 mendampingi Nasrul Abit,” ucap Ires.

Selain itu, jika pasangan nomor urut 2 nantinya terpilih, masyarakat setempat berharap Indra Catri sering pulang ke Solok Selatan untuk melihat langsung kondisi masyarakat serta kebutuhan daerah.

Indra Catri berterima kasih kepada masyarakat Solok Selatan yang telah menyambutnya dengan baik. Ia juga meminta dukungan dan doa dari masyarakat.
“Saat ini semua aspirasi masyarakat ditampung terlebih dahulu. Terkait membangun rumah di Sungai Ipuah, semoga dikabulkan Allah,” katanya. (*)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB