Bicara Tentang Mitigasi Bencana Sumbar, Ini Kata Fakhrizal

Penulis -

Senin, 12 Oktober 2020 - 18:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar – Sumbar sering terkena bencana, ini memerlukan tindakan cepat, sebab menyangkut nyawa dan harta benda. Untuk itu, kata Jenderal Fakhrizal, ke depan mesti penanganan bencana makin diperkuat dengan memberikan suporting serius pada BPBD.

“Karena bencana itu datangnya tak diundang, maka penanganannya harus serius. Bencana alam seperti gempa tak bisa dijangka, namun tanah longsor dan banjir Insya Allah manusia bisa memintas agar tak terjadi atau menguranginya,” kata dia.

Gempa memang tak bisa ditebak, kata dia, tapi daerah rawan gempa bisa ditata dengan baik, asal bekerja sama dengan masyarakat dan pemerintah pusat. Misalnya, pembangunan shelter atau jalan evakuasi di Padang mesti dilengkapi. Jika sekarang masih sangat kurang. Begitu juga di Pesisir Selatan, Padang Pariaman, Agam dan Pasaman Barat.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Rakyat di sepanjang pantai itu rentan bencana gempa dan tsunami. Merasakan ketakutan luar biasa lalu lari lintang pukang ke ketinggian, merupakan sebuah kejadian dramatis. Ini semestinya jadi prioritas. Dimana saja perlu dibangun lokasi pengungsian, dimana shelter dan seberapa lagi jalur evakuasi yang mesti dibangun.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Selain itu, jalur jalan raya di Sumbar juga rawan dari Padang ke semua kota, kecuali ke Pariaman, rawan tanah longsor dan banjir. Ini mesti dipikirkan, tidak boleh lagi sporadis.

“Hal-hal mendasar seharusnya selesai cepat,” kata Jenderal.

Jenderal menyebut, ke depan berbagai komponen harus bahu-membahu. “Kita harus melacak sumber-sumber bencana,” kata dia.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Begitulah, Sumbar memang rawan bencana. Banjir jangan disebut, gempa demikian pula. Kalau sudah bencana rakyat terganggu ekonomi terganggu. Lalu semua orang sibuk memberikan bantuan. Bantuan itu penting, tapi lebih penting mencegah bencana kalau bisa, serta mengurangi dampaknya.

Jenderal sudah merancang kerja untuk itu, mana tahu nanti jadi gubernur. Atau siapa saja yang akan jadi, pikirkanlah yang satu ini: bencana. Jangan kerja menjujung beras, sumpit, masuk got tapi setelah bencana, apalah gunanya. (rls)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB