Kunjungi Daerah Tertinggal, Ini Tujuan dan Rencana Wagub

Penulis -

Rabu, 12 Agustus 2020 - 08:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabupaten Solok, Prokabar — Keterbatasan infrastruktur yang meliputi akses transportasi dan ketiadaan jaringan telekomunikasi merupakan persoalan mendasar pada salah satu daerah tertinggal di Provinsi Sumatera Barat, Nagari Garabak Data.

Hal ini mengemuka pada kunjungan kerja Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit beserta jajarannya ke Nagari Garabak Data, Kecamatan Tigo Lurah, Kabupaten Solok, beberapa waktu lalu.

Menurut Wagub, kedatangannya bertujuan untuk meninjau secara langsung kondisi infrastruktur nagari yang didiami penduduk lebih kurang 2.000 jiwa ini.

“Kehadiran kami dalam rangka napak tilas, menindaklanjuti kunjungan gubernur beberapa tahun yang lalu, sejauh mana pembangunan berjalan,” ujar dia.

Disinggung mengenai pembangunan  infrastruktur jalan dari Nagari Talang Babungo menuju Nagari Garabak Data yang melalui kawasan hutan lindung, Wagub mengatakan, saat ini sedang diupayakan perizinannya ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

“Pada 2019 sudah selesai DED-nya, proses selanjutnya adalah mengurus hutan lindung, dan kemudian 2021 saya rasa sudah bisa dimulai,” ujar Wagub Nasrul.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Meski demikian pihaknya berharap agar masyarakat tidak beranggapan pemerintah tidak bekerja, karena ini juga menyangkut kemampuan keuangan daerah. Untuk itu pihaknya akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak. “Tugas kita di pemerintahan adalah membangun daerah tertinggal, kalau kota apa lagi yang mau dibangun,” ungkap dia.

Dia mengakui bahwa Sumbar sangat membutuhkan pembangunan di berbagai bidang. Untuk itu diharapkan adanya dukungan dan kerja sama dari seluruh stake holder terkait. “Antara pemerintah, tokoh masyarakat, niniak mamak, para perantau, pemuda, maupun dengan kalangan investor,” ungkap wagub Nasrul.

Wagub mengatakan, dari 826 nagari di Sumbar, setidaknya terdapat delapan nagari yang tergolong daerah sangat tertinggal, salah satunya Nagari Garabak Data.

Baca Juga :  Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

“Ke depan ini harus kita buka, jika persoalannya pada kawasan hutan lindung, kita selesaikan perizinannya, termasuk soal telekomunikasi, saya sampaikan, tolong ini menjadi skala prioritas,” sebut Wagub yang turut didampingi Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumatera Barat.

Meski demikian, dirinya memastikan pembangunan tidak bisa dilaksanakan dalam waktu dekat. Pasalnya pada tahun 2020, alokasi APBD Sumbar dialihkan untuk penanganan Pandemi Covid-19.

Selanjutnya Wagub Nasrul juga berpesan kepada generasi muda di Kanagarian Garabak Data agar jangan setengah-setengah dalam menuntut ilmu pengetahuan.

“Tingkatkan kemampuan, minimal bisa satu bahasa asing, bisa komputer. Kuasai teknologi, tapi jangan dikuasai teknologi,” tutur dia.

Sementara Wali Nagari Garabak Data, Pardinal menuturkan, peningkatan status jalan adalah urat nadi masyarakat. Di hadapan wagub ia menyampaikan keluh kesah warganya yang telah berlangsung lama.

Dikarenakan sulitnya akses transportasi ia mengakui harga berbagai barang kebutuhan dasar di daerah yang dilingkupi kawasan hutan lindung ini cukup tinggi. “Semen di sini Rp125.000,- satu sak, bensin Rp15.000,- per liter, mudah-mudahan ada perubahan nantinya,” sebut dia.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Salah seorang tokoh masyarakat, M. Dahar Dt. Rajo Intan menuturkan hal yang senada. Akses jalan yang berada di kawasan hutan lindung, jangan sampai menjadi penyebab masyarakat di daerah ini tidak bisa mengenyam kehidupan yang lebih layak.

“Terima kasih atas kedatangan Pak Wagub, permintaan kami, disamping lindungi hutan, mohon lindungi juga masyarakat,” tambah dia.

Pada kesempatan ini jajaran Pemprov Sumbar juga menyerahkan berbagai bantuan, di antaranya perlengkapan salat berupa kain sarung, mukena, sajadah, Al-Quran, sound system untuk kebutuhan masjid serta sejumlah bibit tanaman. Disamping itu juga diserahkan bantuan perlengkapan protokol kesehatan Covid-19. (*)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB