PLTBm Siberut Ditargetkan Beroperasi Kembali Agustus 2020

Penulis -

Sabtu, 18 Juli 2020 - 09:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mentawai, Prokabar — Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai menargetkan di bulan Agustus 2020 Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa bambu (PLTBm) dapat dioperasikan  kembali.

Bupati Mentawai Yudas Sabaggalet menyebutkan, tiga PLTBm yang berada di Pulau Siberut, Kabupaten Kepulauan Mentawai, memang sempat berhenti beroperasi  terhitung 1 Juni 2020, karena persoalan belum cairnya  dana operasional.

Dioperasikannya kembali PLTBm itu, kata Yudas, juga untuk memenuhi aspirasi  masyarakt Siberut yang disampaikan ke Komisi III DPRD  dan dengan pertemuan  di aula sekretariat daerah dengan menghadirkan pihak terkait, yakni pemerintah daerah, Koperidag, Perusda, Bappenas, guna mendapatkan jawaban pasti dari pemerintah setempat.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

“Pemerintah bersama Anggota DPRD Mentawai sangat  mendukung hal ini.  Komisi III DPRD bersama OPD terkait sudah membahasnya dan akhirnya diputuskan. Berbagai tudingan anggaran dikorupsi itu tidak benar, anggarannya saja belum cair,” kata Yudas, dilansir dari MC Mentawai, Sabtu (18/7).

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Lebih lanjut Yudas  mengatakan, Pemerintah akan menindak lanjuti PLTBm  ini bersama OPD terkait, Perusda dan pihak terkait, baik sisi perda dan anggarannya, paling lama bulan Agustus mendatang Tenaga Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa di daerah Siberut hidup kembali.

PLTBm di Kabupaten Kepulauan Mentawai  terletak di tiga lokasi yaitu Desa Saliguma di Siberut Tengah dan Desa Madobag serta Matotonan di Siberut Selatan.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Ketiga pembangkit sudah beroperasi sejak Maret 2018 lalu. Saat ini sebagian pembangkit atau plant biomassa masih menggunakan bahan bakar minyak ataupun bahan bakar kayu.

Untuk plant Desa Saliguma, kapasitasnya 250 Kilo Watt (KW), Desa Madobag 303 KW, dan Matotonan 350 KW. (*)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB