Tanah Datar, Prokabar — Katim Wasev TMMD ke 108 Brigjen Sulistiono meninjau lansung pelaksanaan TMMD ke 108 di Kenagarian X Koto Panyalaian Tanah Datar, kamis (16/7). Dalam peninjauan tersebut, Brigjen TNI Sulistiono didampingi Dandim 0307 Tanah Datar Letkol inf. Edi S Harahap, Kasi Teroterial Kolonel kav. Husnizon Korem 032 Wirabraja dan Forkopimda di lingkungan Pemkab Tanah Datar.
Brigjen TNI Sulistiono mengatakan kedatangannya secara lansung ke Tanah Datar, khususnya ke lokasi TMMD untuk mengukur kinerja dari organisasi Satgas TMMD yang telah dibentuk oleh TNI Angkatan Darat. Pengukuran kinerja yang dimaksud bagaimana awal persiapan hingga pelaksanaan, maupun pengakhiran oleh Satgas TMMD itu sendiri. Selain itu, juga akan dilihat keoptimalan secara efektif dan efisien maupum ekonomis dalam pelaksanaan TMMD ke 108 ini.
” apakah sudah tercapai sasaran yang diinginkan, maupun tujuan dilaksanakan TMMD ini. Itu yang akan kita lihat disini,” ungkap Brigjen Sulistio.
Dari progres keseluruhan yang sudah dilaksanakan, baik pembukaan jalan baru sepanjang 2,8 kilometer dan kegiatan non fisik Sulistio pun mengapresiasi kinerja Satgas TMMD Kodim 0307 Tanah Datar. Menurutnya, hal yang tersisa hanya berupa pengerasan dan sedikit polesan bahu jalan agar tidak terjadi longsor.
” dari seluruh progres, ini cukup membanggakan kami. Dengan waktu yang baru berjalan separuh dari waktu yang ada sudah nampak dan bisa dinikmati oleh masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Dandim 0307 Tanah Datar Letkol Edi S Harahap mengatakan 17 hari pelaksanaan TMMD hasilnya sangat sesuai dengan progres yang diharapkan. Kedepannya, dengan pertimbangan cuaca yang bagus pengerjaan membuka jalan baru ini juga dapat dipercepat.
Tantangan yang dihadapi selama pelaksanaan TMMD ke 108 ini menurut Dandim 0307, selain cuaca yang tidak menentu, kondisi humus tanah yang subur di lokasi kegiatan turut menyulitkan petugas untuk meakukan pengerasan. Selain itu, banyaknya saluran air di lokasi, sehingga harus dibuatkan gorong gorong dimasing masing saluran air tersebut.
” disini humus tanahnya subur, jadi pas kena air itu lansung becek. Jadi pengerasan jadi sulit. Cuaca disini juga tidak menentu. Banyaknya saluran air, yang semula kita buatkan gorong gorong sebanyak 3, sekarang sudah 16 ,” ungkap Dandim.
Meski demikian, Satgas TMMD Kodim 0307 Tanah Datar optimis seluruh kegiatan akan rampung dilakukan hingga batas waktu terakhir.
” kita optimis, sebelum waktu batas akhir habis kita sudah menyelesaikan kegiatan ini,” kata Dandim.
Dengan telah dibukanya jalan pertanian warga sepanjang 2,8 kilometer, secara ekonomi telah meringankan beban para petani setempat. Jika sebelumnya para petani harus mengeluarkan upah angkut untuk hasil bumi mereka, namun kini tidak lagi.
” dulu, kalau satu karung petani bisa mengeluarkan upah Rp. 20 ribu satu karung, kini tidak lagi. Bayangkan kalau hasil tani berkarung karung, berapa petani harus mengeluarkan upah. Sekarang mobil sudah bisa masuk,” tutup Kairul Fahmi Dt. Majo Basa Nan Gelek, salah seorang ninik mamak Nagari X Koto.(eym)
















