Handeh, Bukittinggi Banjir

Penulis -

Minggu, 20 Mei 2018 - 21:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bukittinggi, Prokabar

Bukittinggi bak namanya, punya banyak bukit. Jumlahnya 72 buah, tapi apa hendak dikata, kota wisata itu dalam beberapa tahun belakangan sering kena banjir. Pada Minggu (20/5) misalnya, sejumlah kawsan tergenang, setinggi dua buah rol anak sekolah.

Pada beberapa titik, hanya 20 Cm, namun pada kawasan lain, itu tadi 60 Cm, dua kali rol kayu.

“Laporan sementara yang kami terima beberapa yang tergenang air yaitu d Tengah Sawah, daerah Pasar Bawah, Pulai Anak Aia, Gurun Panjang, Tarok Dipo dengan ketinggian bervariasi,” kata Staf Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bukittinggi, Reynaldo Seicuba di Bukittinggi, Minggu.

Baca Juga :  Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Ia menyebutkan berdasarkan laporan sementara dari tim yang memantau ke lapangan, daerah dengan genangan air terparah terjadi di daerah Gurun Panjang.

Dari kejadian itu tidak terdapat korban jiwa namun mengganggu aktivitas warga seperti kendaraan mogok di tengah jalan dan memperlambat arus lalu lintas.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

“Sementara ini tim masih ke lapangan membantu warga yang terkena dampak. Dari semua wilayah yang terdampak kami masih menghitung berapa jumlah kepala keluarga yang terkena,” katanya.

Tindakan yang dilakukan BPBD Bukittinggi saat ini masih di menunggu air surut sebelum dilakukan penyedotan sembari membantu proses evakuasi.

“Sekarang air masih mengalir di daerah-daerah yang tergenang sehingga percuma dilakukan penyedotan. Terpaksa menunggu sampai air surut,” ujarnya.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Ia menerangkan 75 persen wilayah di Bukittinggi adalah area terbangun, artinya serapan air berkurang sementara curah hujan setiap tahun tinggi sehingga genangan air adalah resiko yang harus dihadapi.

Di samping itu drainase di daerah itu kurang baik sehingga kurang mendukung untuk menampung air terutama ketika hujan deras.

“beberapa saluran air di Bukittinggi juga merupakan aliran dari Kabupaten Agam,” katanya.(*/cpp)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Fadly Amran Tinjau Pembangunan SDN 01 Pasar Laban, Minta Percepat dan Bangun Tanggul
Kabut Asap Memburuk, Disdikbud Padang Terapkan PJJ untuk PAUD, SD, dan SMP
Fadly Amran Buka Promoting Rise di PNP, Dorong Kolaborasi Teknologi Kendaraan Listrik
Atlet Voli Porprov XVI Sumbar Berpeluang Tampil di Proliga 2027
Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 20:17 WIB

Fadly Amran Tinjau Pembangunan SDN 01 Pasar Laban, Minta Percepat dan Bangun Tanggul

Kamis, 8 Oktober 2026 - 20:15 WIB

Kabut Asap Memburuk, Disdikbud Padang Terapkan PJJ untuk PAUD, SD, dan SMP

Kamis, 8 Oktober 2026 - 18:18 WIB

Fadly Amran Buka Promoting Rise di PNP, Dorong Kolaborasi Teknologi Kendaraan Listrik

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:04 WIB

Atlet Voli Porprov XVI Sumbar Berpeluang Tampil di Proliga 2027

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB