Bukittinggi, Prokabar
Bukittinggi bak namanya, punya banyak bukit. Jumlahnya 72 buah, tapi apa hendak dikata, kota wisata itu dalam beberapa tahun belakangan sering kena banjir. Pada Minggu (20/5) misalnya, sejumlah kawsan tergenang, setinggi dua buah rol anak sekolah.
Pada beberapa titik, hanya 20 Cm, namun pada kawasan lain, itu tadi 60 Cm, dua kali rol kayu.
“Laporan sementara yang kami terima beberapa yang tergenang air yaitu d Tengah Sawah, daerah Pasar Bawah, Pulai Anak Aia, Gurun Panjang, Tarok Dipo dengan ketinggian bervariasi,” kata Staf Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bukittinggi, Reynaldo Seicuba di Bukittinggi, Minggu.
Ia menyebutkan berdasarkan laporan sementara dari tim yang memantau ke lapangan, daerah dengan genangan air terparah terjadi di daerah Gurun Panjang.
Dari kejadian itu tidak terdapat korban jiwa namun mengganggu aktivitas warga seperti kendaraan mogok di tengah jalan dan memperlambat arus lalu lintas.
“Sementara ini tim masih ke lapangan membantu warga yang terkena dampak. Dari semua wilayah yang terdampak kami masih menghitung berapa jumlah kepala keluarga yang terkena,” katanya.
Tindakan yang dilakukan BPBD Bukittinggi saat ini masih di menunggu air surut sebelum dilakukan penyedotan sembari membantu proses evakuasi.
“Sekarang air masih mengalir di daerah-daerah yang tergenang sehingga percuma dilakukan penyedotan. Terpaksa menunggu sampai air surut,” ujarnya.
Ia menerangkan 75 persen wilayah di Bukittinggi adalah area terbangun, artinya serapan air berkurang sementara curah hujan setiap tahun tinggi sehingga genangan air adalah resiko yang harus dihadapi.
Di samping itu drainase di daerah itu kurang baik sehingga kurang mendukung untuk menampung air terutama ketika hujan deras.
“beberapa saluran air di Bukittinggi juga merupakan aliran dari Kabupaten Agam,” katanya.(*/cpp)
















