Terang Bulan, Salah Satu Rumah Makan Tertua yang Masih Eksis di Kancah Kuliner Padang

Penulis -

Minggu, 21 Juni 2020 - 10:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar — Berbicara tentang rumah makan di Padang, maka Terang Bukan adalah satu nama yang melekat di kepala para pecinta kuliner kota Padang. Terutama mereka yang tumbuh dan besar di medio tahun 90’an.

Rumah Makan yang beralamat di jalan belakang olo No 53, ini dikenal dengan kelezatan lauk-pauknya seperti, Rendang, Atam Lado Hijau, Cancag Kambing, Gulai Kepala Ikan dan Dendeng Lamboknya.

Oky Marzuki, sang pemilik yang ditemui Prokabar bercerita banyak tentang sejarah kedai yang di rintis sang kakek sejak tahun 60’an.

Baca Juga :  Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Mungkin tidak banyak yang tau bahwa, kedai ini pertama kali buka tepat di bawah Padang Teater pada tahun 1960.

“Rumah Makan Terang Bulan ini didirikan Almarhum Muhammad atau yang lebih dikenal dengan panggilan Babak. Awal mulanya, kedai ini merupakan sebuah Bofet yang menyajikan martabak, nasi goreng hingga bubur kampiun.” ungkap Oky yang merupakan generasi ketiga almarhum Babak.

Terang Bulan berubah menjadi Rumah Makan pada tahun 89, tepatnya saat pindah ke kawasan Belakang Olo. Dan sejak saat itu, Terang Bulan semakin berkembang, dikenal masyarakat dan memasuki masa kejayaannya.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

“Tahun 89 kita mulai buka di kawasan Belakang Olo, kita dulu buka dari Subuh, saat itu jadi Rumah Makan. Karena dulu ini belakang Terminal Bus, jadi banyak supir-supir, kusir-kusir bendi, penumpang hingga pedagang makan kesini.” sambungnya.

Kendatipun saat ini, Terminal sudah tidak ada, namun Terang Bulan masih eksis dan menjadi salah satu Rumah Makan favorit bagi masyarakat bahkan wisatawan.

“Saat ini kita buka mulai pukul 07 agi, da ada sekitar 15 karyawan, rata-rata sudah cukup lama semua. Bahkan ada yang dari tahun 95,” ungkapnya.

Baca Juga :  Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Lebih lanjut dirinya bercerita, setelah puluhan tahun beroperasi, saat pandemi ini adalah kondisi paling berat yang dirasakannya. “Ya, kayaknya saat ini yang terasa cukup berat. Tapi InsyAllah masih bisa kita lalui,” tuturnya.

Menjaga kualitas, rasa dan pelayanan menjadi kunci bagi pihaknya untuk tetap menjaga pelanggan yang rata-rata sudah bertahun makan di Rumah Makan tersebut. 

“Ingek Raso, Ingek Terang Bulan” ujarnya. (hdp)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB