Padang, Prokabar — Pandemi covid-19 yang melanda dunia saat ini menimbulkan efek domino disetiap sendi kehidupan masyarakat. Salah satunya sektor ekonomi.
Kebijakan pembatasan sosial berskala besar tak dipungkiri sebabkan daya beli turun sehingga berimbas terhadap kesejahteraan masyarakat.
Memang, sejak virus corona masuk dan adanya pembatasan, omset penjualan turun drastis. Selain warga sekitar, biasanya pembeli yang singgah berasal dari traveller yang melintas. Mungkin karena duit susah, warga jarang belanja.
“Begitu pun traveller, karena pembatasan angkutan umum tak ada yang jalan,” sebut Uni Nel salah seorang pemilik warung makan, Kamis (18/6).
Dirinya menambahkan, 3 bulan terakhir benar-benar ujian berat yang harus dihadapi.
“Saya mungkin masih beruntung, masih bisa makan. Sementara banyak tetangga-tetangga yang begitu kekurangan. Alhamdulillah, sejak normal baru ini, ekonomi berangsur membaik. Mulai banyak lagi pelanggan yang datang,” ucapnya.
Dirinya menilai pemerintah sebenarnya cukup cepat tanggap hadapi situasi pandemi. Berbagai bantuan, mulai dari pusat, provinsi hingga kabupaten/kota digulirkan agar masyarakat mampu melewati krisis ini.
Hanya penyaluran yang kadang tak tepat sasaran sebabkan bantuan tersebut tidak dinikmati orang yang betul-betul membutuhkannya.
“Tidak semua warga disini dapat bantuan. Mungkin karena data yang digunakan, masih data lama, sehingga bantuan tersebut tidak tepat sasaran. Hendaknya pemerintah, dalam hal ini kepala dusun mendata ulang warganya,” pinta Uni Nel.
Lebih lanjut, seperti asa semua masyarakat, Uni Nel juga berharap situasi dapat berjalan normal kembali. Mudah-mudahan wabah ini segera berakhir dan kita bisa hidup seperti biasa lagi. (*)
















