Masuki New Normal, Wagub Minta Masyarakat Patuhi Protokol Kesehatan

Penulis -

Jumat, 29 Mei 2020 - 05:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar —  Masalah utama Covid-19 bukan pada angka kematian, namun pada penyebaran yang sangat cepat yang berkaitan dengan virus yang contagious.

Demikian disampaikan Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit saat menjadi pemateri dalam diskusi online bersama Ikatan Apoteker Sumbar di ruang rapat Wakil Gubernur, Kamis (28/5) siang.

Menekan penyebaran tersebut, lanjut NA, sapaan akrab wagub, Pemprov Sumbar telah melakukan pengendalian dengan memberikan edukasi ke masyarakat, tracking penemuan kasus baru, deteksi dini, isolasi, pengobatan segera dan rehabilitasi.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Kita juga melaksanakan 3 (tiga) tahapan penanganan Covid-19, yaitu fase penanggulangan kesehatan, jejaring pengaman sosial , dan pemulihan ekonomi.

Tahapan tersebut dimulai dengan pemberhentian sementara car free day, penetapan status tanggap darurat bencana hingga penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Selain itu, Pemprov juga menyalurkan bantuan langsug ke masyarakat terdampak untuk membantu meringankan beban hidup mereka selama pandemi berlangsung.

“Sementara untuk pemulihan ekonomi, Pemprov Sumbar akan concern kepada 3 (tiga) sektor, yaitu pertanian, pariwisata dan UMKM,” jelas Nasrul.

Disinggung kesiapan Sumbar memasuki new normal jika PSBB dihentikan, wagub menyatakan, masyarakat Sumbar mau tidak mau harus siap menghadapinya.

Baca Juga :  Atlet Voli Porprov XVI Sumbar Berpeluang Tampil di Proliga 2027

Seperti amanat Presiden, kita diminta berdamai dengan corona. Memang tidak mudah hidup berdampingan bersama virus berbahaya ini.

“Tetapi, jika menerapkan protokol kesehatan yang tepat, Insyaallah semuanya akan aman. Jangan kita memiliki ketakutan berlebihan,” sebutnya.

Jadi, kepala daerah yang ingin masuk era new normal harus menjalankan dan mematuhi protokol kesehatan. Akan banyak faktor yang dipertimbangkan.

Proses jual beli di pasar tidak akan seperti dulu. Penggunaan masker, cuci tangan serta physical distancing pedangan dan pembeli harus dijalankan.

Baca Juga :  Kabut Asap Memburuk, Disdikbud Padang Terapkan PJJ untuk PAUD, SD, dan SMP

“Begitu juga sekolah, adanya pembagian shif murid agar tidak terjadi pengelompokan besar-besaran. Termasuk perkuliahan,” terang NA.

Diakhir materi, Wagub Nasrul Abit meminta peserta diskusi untuk tetap semangat menghadapi covid-19 dan siap masuki new normal.

Pemprov Sumbar sendiri baru akan menentukan apakah Sumatera Barat lanjut PSBB tahap III, atau masuk ke new normal hari ini, melalui video conference gubernur dengan bupati dan wali kota. (*)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Fadly Amran Tinjau Pembangunan SDN 01 Pasar Laban, Minta Percepat dan Bangun Tanggul
Kabut Asap Memburuk, Disdikbud Padang Terapkan PJJ untuk PAUD, SD, dan SMP
Atlet Voli Porprov XVI Sumbar Berpeluang Tampil di Proliga 2027
Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 20:17 WIB

Fadly Amran Tinjau Pembangunan SDN 01 Pasar Laban, Minta Percepat dan Bangun Tanggul

Kamis, 8 Oktober 2026 - 20:15 WIB

Kabut Asap Memburuk, Disdikbud Padang Terapkan PJJ untuk PAUD, SD, dan SMP

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:04 WIB

Atlet Voli Porprov XVI Sumbar Berpeluang Tampil di Proliga 2027

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB