Beredar Video, Warga di Pessel Rusak Kantor Wali Nagari Tanah Bekali, Ini Sebabnya

Penulis -

Jumat, 15 Mei 2020 - 23:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pesisir Selatan, Prokabar – Puluhan Warga Nagari Tanah Bakali, Kecamatan Air Pura, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumbar merusak kantor wali nagari. Kejadian itu berlangsung pada Jumat, (15/5).

Mereka kesal, karena hingga kini Bantuan Langsung Tunai (BLT) dampak covid-19 masih belum dicairkan. Dari video yang dibagikan akun facebook PutryiAzhua unggahan akun Kabar Pesisir Selatan, warga terlihat ramai mendatangi kantor wali nagari.

Saat mereka datang, kantor dalam posisi terkunci dan dilindungi pagar teralis berwarna hitam. Dalam video, tampak seorang pria tengah berusaha membuka teralis pengaman itu, namun upaya itu tak membuahkan hasil.

Kemudian datang seorang perempuan paruh baya. Ia pun berupaya membuka gembok pengaman teralis dengan sebuah batu. Beberapa kali terdengar suara seseorang dengan menggunakan bahasa daerah.

“Panggang ling (bakar aja lagi), “ucapnya berlogat Selatan itu. Selain itu juga disela dengan ucapan lain dari suara yang berbeda. Menurutnya, dari pada susah-susah membuka pintu kantor, sebaiknya masuk saja lewat kaca.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Memang, di depan kantor itu terpasang sejumlah kaca yang cukup besar. Kaca berwarna hitam itu memanjang dari atas kebawah. Ada beberapa buah. “Cermin ne pecah ha, selesai mah (kaca ini aja pecahin, selesai itu),” usulnya.

Tak berapa lama, warga tiba-tiba saja sudah berada di dalam ruangan kantor. Beberapa ruangan tampak berantakan. Kertas kerja bertebaran ke mana-mana. Sesekali terdengar suara bantingan, namun tidak begitu jelas benda apa yang dibanting.

Sejumlah meja dan kursi kerja tampak berantakkan. Tak beraturan. Beberapa diantara kursi itu tergeletak begitu saja dilantai, seperti habis dibanting. Satu unit rak buku terlihat jatuh, menimpa sebuah meja kerja.

Kemudian terdengar lagi kalimat dengan nada kesal pada wali nagari. Menurut suara itu, semuanya terjadi akibat wali nagari tidak mengindahkan usulan dari warga.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

“Ko mode hasil wali ha. Kareh-kareh wali jo (ini hasil akhirnya, wali. Makanya wali jangan bersikeras semau wali saja,” ujarnya kesal.

Di penghujung video berdurasi 55 detik itu, di bagian luar kantor juga terlihat sejumlah pot bunga yang sudah tergolek. Tanah dan bunga di dalam pot warna hitam itu berserakan di teras kantor.

Secara terpisah, Camat Air Pura, Mukhtar membenarkan kejadian itu. Menurutnya, aksi demonstrasi dilakukan warga yang tidak terdaftar dalam penerima manfaat BLT. “Ya, benar. Kejadiannya sekitar pukul 08.00 WIB,” ujarnya.

Aksi demonstrasi warga itu tidak berbeda jauh dengan yang telah terjadi di bebeapa nagari lainnya di Pessel yang dipicu tidak meratanya pendataan. Mereka kesal dan tidak terkendali karena tidak terakomodir sebagai penerima BLT.

Baca Juga :  Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Namun, saat ini ia menegaskan kondisi sudah kembali normal. Peristiwa tersebut kini telah diproses di tingkat kecamatan. Sedangkan pembagian BLT ditangguhkan untuk sementara. Kecamatan dan nagari bakal melakukan musyawarah yang bakal melibatkan unsur tokoh adat dan pemuka agama.

“Kini sudah kondusif. Selanjutnya kita lakukan musyawarah dengan pihak para demonstran, dengan melibatkan tokoh masyarakat dan tokoh agama untuk mencari solusi,” terangnya.

Sementara, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Wendi, mengatakan aksi tak hanya terjadi di Nagari Tanah Bakali saja, tapi juga di Nagari Indera Pura tengah Kecamatan Pancung Soal.

Namun, di Indera Pura tengah tidak sampai terjadi pengrusakan. “Kami sudah terima laporannya, dan kita koordinasi dengan kecamatan untuk menengahi,” tutupnya,(min)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB