Tantangan Industri Semakin Berat, XL Raih Pertumbuhan Kinerja Positif

Penulis -

Senin, 11 Mei 2020 - 12:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Prokabar — PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) berhasil mengawali tahun 2020 dengan kinerja yang kuat di tengah kompetisi industri telekomunikasi dan data yang terus meningkat.

Sejumlah indikator menunjukkankemampuan XL Axiata mempertahankan kinerja di periodetiga bulan pertama setiap tahun yang biasanya sangatberat. Pendapatan meningkat sebesar 9% dibandingkanperiode yang sama tahun sebelumnya (YoY) dan 1,3% dibandingkan kuartal sebelumnya (QoQ).

EBITDA juga meningkat 40% dibandingkan periode yang sama tahunsebelumnya (YoY) yang didorong oleh pertumbuhanrevenue, efisiensi biaya dan implementasi IFRS16,sehingga pencapaian laba bersih juga meningkat secarasignifikan sebesar Rp 1,5 triliun.

Presiden Direktur & CEO XL Axiata, Dian Siswarini mengatakan, Tiga bulan pertama setiap tahun selalumenjadi periode yang berat bagi operator. “Namun, momentum positif dari kinerja 2019 ditambah denganproposisi produk yang inovatif, serta kualitas jaringan yang kuat, telah berhasil membawa kami mewujudkan kinerjayang tetap kuat dan berkelanjutan di triwulan 1 2020.” ungkapnya melalui siaran pers, Senin (11/5).

XL Axiata berhasil meningkatkan penetrasi penggunaansmartphone mencapai 86% akhir triwulan 1. Keberhasilantersebut turut mendorong kenaikan pendapatan data sebesar 17% dibandingkan periode yang sama tahun lalu(YoY), dan saat ini pendapatan dari data berkontribusisebesar 91% dari total pendapatan layanan (service revenue) perusahaan.

Total trafik sepanjang triwulan 1 tersebut meningkat 41% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (YoY)dan 7% dibandingkan triwulan sebelumnya (QoQ). Sejakmemasuki masa anjuran bekerja dan belajar di rumah(WFH) di pertengahan Maret, seiring dengan merebaknyaCovid-19, trafik data telah meningkat 15% dibandingkanperiode sebelum WFH. Pada saat yang sama, XL Axiata meluncurkan program gratis 2GB per hari untuk membantupelanggan dan masyarakat yang membutuhkan layanandata untuk membantu bekerja atau belajar dari rumah.

Total pelanggan XL Axiata di periode ini turun tipis menjadi55,5 juta karena persaingan yang semakin ketat. Meskidemikian, pendapatan rata-rata per pelanggan (ARPU) tetap stabil di 36 ribu, sama dengan kuartal sebelumnya(QoQ) dan meningkat sebesar 6% dibandingkan dengan1Q 2019 (YoY). Selain itu, XL Axiata juga mengenalkanbeberapa penawaran baru selama triwulan 1, yaitu FiturXTRA UNLIMITED TURBO dan Unlimited 1 jam untukpelanggan layanan prabayar XL, dan paket Edu-Pack untukpelanggan AXIS, juga myPRIOHOME untuk pelangganpascabayar Prioritas.

Di sisi lain, beban usaha menurun 10% YoY dan menurun13% QoQ. Hal ini bisa terjadi karena beban biayainfrastruktur yang lebih rendah (-23% YoY dan -24% QoQ) sebagai hasil dari adopsi IFRS 16. Sementara itu, biayainterkoneksi dan biaya lainnya turun 9% lebih rendah YoY karena menurunnya interkoneksi dari trafik layanan voice. Biaya pemasaran juga turun 1% lebih rendah YoY karenaterjadinya pergeseran pengeluaran ke digital.

XL Axiata terus berinvestasi untuk memperluas dan meningkatkan kualitas jaringannya di seluruh Indonesia.Per akhir Maret 2020, XL Axiata memiliki lebih dari 133 ribuBTS, meningkat 9% dbandingkan periode yang sama tahunlalu (YoY). Sebanyak lebih dari 43 ribu BTS di antaranyamerupakan BTS 4G. Jaringan 4G XL Axiata kini telah hadirdan melayani pelanggan di 449 kota/kabupaten yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Meskipunpandemi Covid-19, instalasi jaringan terus berjalan sesuairencana tanpa gangguan dan mayoritas diharapkan akanselesai sebelum Lebaran.

Neraca perusahaan juga tetap sehat dengan saldo kas yang lebih tinggi setelah proses penjualan menara. Rasiohutang bersih terhadap EBITDA juga ada di bawah 1x. Free Cash Flow (FCF) perusahaan juga dalam kondisi yang sehat, meskipun ada kenaikan pada komitmen untukkeperluan capex dan roll-out 2020. FCF meningkat 82% YoY menjadi Rp 1,4 triliun.

Pada akhir Maret 2020, XL Axiata tidak memiliki utangdalam mata uang US Dollar, dengan komposisi 46% di antaranya berbunga floating dan masa jatuh tempo yang tidak bersamaan.  (rel)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

50 Orang Pelaku Ekraf Ikuti Skill Up Laboratorium Kemen Ekraf Peduli
Bajaj-Maxride Resmi Hadir di Kota Bukittinggi, Hadirkan Solusi Transportasi Modern dan Peluang Penghasilan Baru bagi Masyarakat
5 Alasan Memilih Logitech Flagship Store Blibli untuk Perangkat Teknologi Anda
JNE Raih Penghargaan CSR Awards 2026 Lewat Akselerasi Logistik Kemanusiaan
Teguhkan Komitmen Tanggung Jawab Sosial, JNE Sabet Penghargaan Indonesia CSR Brand Equity Awards 2026
DSI Resmi Menjadi BUMN, Dony Oskaria Umumkan Status Baru Perusahaan
Dony Oskaria: Danantara Andalkan Dividen BUMN, Bukan Jual Aset Negara
Ini Spesifikasi 3 Laptop Luxia Polytron, Desain Elegan dan Performa Ngebut

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 10:59 WIB

50 Orang Pelaku Ekraf Ikuti Skill Up Laboratorium Kemen Ekraf Peduli

Rabu, 24 Juni 2026 - 16:48 WIB

Bajaj-Maxride Resmi Hadir di Kota Bukittinggi, Hadirkan Solusi Transportasi Modern dan Peluang Penghasilan Baru bagi Masyarakat

Senin, 22 Juni 2026 - 21:40 WIB

5 Alasan Memilih Logitech Flagship Store Blibli untuk Perangkat Teknologi Anda

Senin, 8 Juni 2026 - 12:58 WIB

JNE Raih Penghargaan CSR Awards 2026 Lewat Akselerasi Logistik Kemanusiaan

Selasa, 2 Juni 2026 - 18:04 WIB

Teguhkan Komitmen Tanggung Jawab Sosial, JNE Sabet Penghargaan Indonesia CSR Brand Equity Awards 2026

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB