Lubuk Basung, Prokabar — Setelah hasil tracking level II dan hasil analisa swab di Laboratorium Biomedik Unand, 5 orang tenaga medis di tiga puskesmas Kabupaten Agam terpapar Covid-19. Akibatnya, sekitar 100 orang tenaga medis di Puskesmas Lubuk Basung, Puskesmas Baso dan Puskesmas Ampek Angkek terpaksa menjalani tes swab, Rabu (6/5).
Khasman Zaini, Kabag Protokoler dan Komunikasi Pimpinan (Prokompim) serta Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTP2) Kabupaten Agam menjelaskan, hasil tracking itu akan menjalani perjalanan hingha tahap level aman. “Tahap level II sudah terpapar 5 orang, dan itu semua tenaga medis Kabupaten Agam. Sehingga total beejumlah 9 orang untuk sementara waktu,” terangnya.
Akibat terpaparnya 5 orang tenaga medis tersebut berdampak kepada orang-orang yang telah kontak dan berhubungan dengan mereka. “Kemungkinan penularan semakin melebar dan panjang. Dan jika itu memang terjadi, akan terjadi ledakan penularan secara meluas di Kabupaten Agam,” lanjutnya.
Dalam hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Agam sangat meminta kesadaran dan keseriusan masyarakat untuk ikut melindungi dirinya. Agar tidak tertular dan menukarkan penyakit yang sering tidak ada gejala sama sekali.
“Yang sangat kuatirkan adalah, kemungkin Orang Tanpa Gejala atau OTG sangat banyak dan sedang berlangsung. Kondisi inilah yang sangat kita hindari, sehingga tidak ada lagi masyarakat berkeliaran ke luar rumah,” paparnya.
Bupati Agam, Indra Catri beserta jajaran telah menunjukan keseriusan dan bahkan sangay serius dalam percepatan penanganan Covid 19 ini. Sejak awal beliau sudah sangat kuatir dengan analisa yang akan terjadi. Mulai gerak cepat penyaluran bantuan, belasan bahkan puluhan kebijakan dan ajakan atau himbauan. Sampai mempercepat pendataan penerima Bantuan Langsung Tunai atau BLT Provinsi Sumatra Barat.
“Kita Kabupaten Agam sangat cepat melakukan pergerakan. Dan hal ini sejak awal menunjukan kita, serius menyikapi. Terutama tentang bahaya penyebaran Covid-19. Solusinya hanya bisa dengan memutus mata rantainya dengan menghindari keramaian seperti pasar. Perbanyak di rumah, menjaga jarak, sering mencuci tangan. Bahkan memakai masker saat ke luar rumah,” pungkasnya. (rud)
















