Kota Pariaman, Prokabar – Keluarga Isyana bayi berusia 1 bulan yang meninggal di Rumah Sakit Umum Pusat M Djamil Padang Rabu (29/4) asal Kelurahan Jawi-jawi II, Kecamatan Pariaman Tengah, Kota Pariaman hari ini melayangkan surat somasi ke rumah sakit tersebut.
Ibu Isyana, Rydha BRT (32 tahun) menyatakan keputusan itu ditempuh karena ingin mendapatkan penjelasan soal kelalaian yang dilakukan pihak rumah sakit sehingga mengakibatkan anaknya meninggal, serta penjelasan alasan apa ditetapkannya Isyana PDP Covid 19.
“Surat somasi sedang kami buat, kita usahakan hari ini bisa dilayangkan ke rumah sakit M Djamil Padang. Saya yang akan mengantarkannya langsung hari ini. Saya akan berikan pihak rumah sakit waktu tujuh hari untuk menjawabnya,” ungkap Rydha yang dihubingi Prokabar via telpon Selasa (5/5).
Selain Somasi, Rydha dan keluarga juga akan melaporkan pihak Rumah Sakit M Djamil Ke Polda Sumbar untuk diproses secara pidana. Namun sebelum ke Polda keluarga memilih dilakukan somasi. Bahkan hari ini keluarga Isyana melaporkan kasus itu ke Ombusman Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).
“Saya sudah berkoordinasi melalui ketua Ombusman via telpon, pihak Ombusman menyarankan agar laporannya disampaikan melalui Zoom meeting untuk memudahkan saya, melihat kondisi Covid 19 saat ini yang masih mengkhawatirkan,” tutur Rydha.
Rydha juga mengakui bahwa ia dan keluarga juga sudah melaporkan maslahanya ke Dinas Kesehatan Kota Pariaman, DPRD Kota Pariaman dan DPRD Provinsi, (Senin 4/5).
“Saya berharap sebagai warga Kota Pariaman, pemerintah mendukung saya untuk mendapatkan keadilan terhahap kasus yang menimpah anak saya,” ulas Rydha.
Sebelumnya, Isyana bayi berusia 1 tahun itu menghembuskan nafas terakhir saat berada di Rumah Sakit M Djamil Padang, pasien rujukan dari Rumah Sakit Aisyah Pariaman itu karena mengalami infeksi paru-paru karena air susu, karena Isyana mengalami sesak nafas saat disusui ibunya.
Pihak keluarga menduga, kematian Isyana karena adanya kelalaian penanganan pasien Termasuk dimasukanya bayi mungil itu keruang isolasi yang dinilai keluarga semakin memperburuk keadaan bayi malang itu.
Rydha mengaku bersama keluarga akan berjuang sekuat tenaga untuk mendapatkan keadilan itu. Karena kematian Isyana murni kelalaian yang dilakukan pihak rumah sakit.
“Saya melihat langsung kelalaian yang dilakukan pihak rumah sakit, bayak saksi yang akan mendukung saya. Termasuk sisi TV yang ada di rumah sakit itu, jika dibuka akan memperjelas kondisi sebenarnya yang terjadi saat itu. Sehingga saya harapkan dengan kasus ini tidak ada lagi korban berikutnya,” tutup Rydha.(syh)
















