Disdik Agam: Hardiknas di Saat Musibah Covid-19 ini Momentum Evaluasi Pendidikan

Penulis -

Selasa, 5 Mei 2020 - 11:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Agam, Prokabar — Tanggal 2 Mei 2020 merupakan Hari Pendidikan Nasional. Merupakan momen evaluasi dan introspeksi dari seluruh pendidik dan orang tua. Termasuk pemimpin Bangsa Indonesia ini.

Banyak pelajaran dan hikmah yang dipetik Hardiknas disaat menghadapi musibah wabah Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19 ini. Seluruh proses ajar mengajar yang biasanya berada di dalam ruangan atau kelas, kini terpaksa dikondisikan ke rumah masing-masing.

“Dalam momen ini, tuntutan inovatif kepala sekolah dan guru semakin berat. Semua guru harus menguasai Teknologi Informasi atau IT, karena proses Belajar di Rumah itu media komunikasi hanya bisa melalui telepon genggam atau android. Melalui komputer berjaringan internet juga bisa,” terang Kadisdik Kabupaten Agam, Isra kepada Prokabar.com, Selasa (5/5).

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Berbagai tugas telah diberikan. Dapat juga memanfaatkan berbagai program dunia pendidikan di TV, radio dan lainnya. Dalam hal ini, orang tua menjadi ujung tombak dan penentu kesuksesan proses pendidikan anak selain guru, selama masa pandemik Covid-19.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

“Kita berharap, peran serta orang tua dan guru ini dapat berkolaborasi dan semakin kompak mendidik, serta melanjutkan perjuangan proses belajar anak di masa pandemi Corona Virus Disease 2019,” tuturnya.

Dan sudah semestinya orang tua murid dan masyarakat lebih memahami, beratnya tugas guru itu tersebut. “Orang tua mungkin hanya mendidik dan membina anak-anak mereka yang mungkin hanya beberapa orang saja. Jauh terbalik dengan guru di sekolah yang mencapai puluhan orang anak didik, di satu kelas,” ungkapnya.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Dalam hal ini, sudah semestinya tanggung jawab tersebut tidak hanya dibebankan kepada guru semata. Namun tanggungjawab bersama. Seluruh komponen masyarakat dan instansi dalam pengawasan dan control terhadap generasi bangsa.

“Di Ranah Minang, peran dan fungsi ninik mamak, bundo kanduang, alim ulama, cadiak pandai, parik paga nagari dan semua pemimpin kearifan lokal maupun instansi pemerintahan hendaknya bersatu dalam pendidikan generasi penerus,” pungkasnya. (rud)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB