Soal JPS, PAN Nilai Pemkab Pessel Belum Memihak Kepada Masyarakat

Penulis -

Rabu, 29 April 2020 - 15:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pesisir Selatan, Prokabar – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumbar, Yul Afnedi menilai kebijakan anggran Jaringan Pengamanan Sosial (JPS) dari APBD tidak memihak kepada masyarakat.

Ketidak berpihakan itu, terkonfirmasi dari minimnya alokasi dana JPS yang hanya Rp27,5 miliar, idealnya menurut ketua partai lambang matahari terbit itu, harus 50 persen dari alokasi dana fisik dalam APBD.

Baca Juga :  Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Berdasarkan data DPKAD Pessel, alokasi fisik tercatat sebesar Rp121 miliar. Namun yang dialokasikan untuk JPS, operasional dan pengadaan APD hanya Rp19 miliar saja.

“Anggaran Rp27,5 miliar itu belum memihak kepada masyatakat, mengingat jumlah masyarakat kita yang terdampak Covid-19 sangat banyak,” ujarnya pada Prokabar.com Rabu (29/4).

Padahal, yang layak menerima bagi masyarakat Pessel ada 120 ribu KK, kalau Rp27,5 miliar artinya tidak logika itu.

Baca Juga :  Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

“Masyarakat butuh makan jangan begitulah, bupati harus hadir disitu, ini persoalan perut jangan sampai masyarakat kita yang lapar,” ungkapnya.

Dia menyarankan kepada pemerintah daerah untuk menetapkan anggaran Covid-19 ini jangan ada saling egois, sebab, kalau egois masyarakat yang menjadi imbasnya.

“Pemerintah jangan egois lah dalam menetapkan anggaran Covid-19 ini, kasihan kita kepada masyarakat, tolong lah itu, masyarakat sudah menjerit tu,” ujarnya lagi.

Dia menyebut, besaran nilai yang digelontorkan Pemkab Pessel untuk penanganan Covid-19 ini sangat berdampak pada tingkat kepercayaan diri masyarakat dalam penanganan Covid-19 ini.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Masalah lainnya yang muncul adalah penetapan dana senilai Rp27,5 miliar tersebut yang saat ini dinilai tidak memihak kepada masyarakat.

“Sebab saat ini banyak muncul keluhan dari masyarakat yang mengakui terancam tidak mendapatkan dana bantuan, padahal mereka berhak untuk mendapatkan bantuan tersebut,” tutupnya,(min)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB