Pengusaha Ayam Potong Terkendala Pemasaran, Saat Pademik Covid- 19 Berlangsung

Penulis -

Selasa, 28 April 2020 - 21:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lubuk Basung, Prokabar — Sejak berlangsungnya percepatan penanganan covid 19, Peternak Ayam Potong mulai merasakan dampak buruknya. Kendala yang mulai dirasakan terjadi pada pemasaran.

“Konsumen atau permintaan entah kenapa malah berkurang, padahal harga stabil dibulan suci Ramadhan 1441 Hijriah ini,” ungkap Infran Ramizal, pengusaha Ayam Potong kepada Prokabar.com, Senin (27/4).

Kondisi tersebut membuat kerugian pada bahan makanan dengan jumlah hari terus bertambah. “Biasanya, usai DO (Droop Out), batas waktu pelanggan datang dan memesan ayam paling lama hanya lima hari. 10 ribu ekor ayam potong itu sudah ludes dibawa mitra kerja. Tapi sejak bencana wabah Covid-19 ini terjadi, sudah 10 hari ayam potong di DO sampai kini belum datang juga yang menjemput,” keluhnya.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Baca Juga :  Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Ayam yang masih berada di kandang, tentu tetap diberi asupan makanan. Sehingga membuat berat ayam terus bertambah. “Semestinya berat ayam sudah terjual cukup sekitar dua kilo saja. Namun karena macet penjualan, ayam yang terus diberi makan membuat beratnya melebihi semestinya,” tuturnya.

Saat ini, ayam potong sudah terjual sekitar 500 ekor dengan total jumlah 10 ribu ekor. Semestinya, sudah terjual semuannya dan memulai yang baru, lanjutnya.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

“Saya hanya bisa pasrah dengan keadaan ini. Karena memang sudah diluar kendali dan kekuasan yang Maha Kuasa. Dan saya hanya bisa berdoa dan berharap, musibah ini dapat segera berakhir,” tutupnya. (rud)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB