Padang Panjang, Prokabar – Pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini membuat aktivitas menjadi berubah, semua serba dalam jaringan (daring), tak terkecuali perkuliahan mahasiswa. Semua itu dilakukan untuk menjaga Physical Distancing demi mencegah penyebaran Covid-19.
Diliburkannya perkuliahan di kampus, berganti dengan kuliah daring dirasakan banyak mahasiswa kurang optimal. Faulina Adma, Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Padang, jurusan Psikologi mengatakan kuliah daring yang selama ini dijalankannya memang kurang efektif.
Namun begitu, dia memaklumi kondisi tersebut, karena kuliah daring adalah pilihan terbaik yang bisa dilakukan pihak kampus dalam kondisi sekarang. “Kalau saya pribadi, pembelajaran secara daring memang kurang optimal. Ada beberapa kendala juga, terkadang kita kehabisan kuota dan deadline tugas juga mepet sekali,” ujarnya kepada prokabar, Jumat (17/4).
Menurut mahasiswi yang akrab disapa Alin ini, sejauh ini belum ada semacam bantuan atau subsidi kuota internet dari kampus untuk mengikuti kuliah daring. Biasanya perkuliahan memakai aplikasi zoom. Tetapi juga ada yang lebih simpel melalui WA Grup saja.
“Kalau pakai zoom, terkadang juga susah, karena terkendala jaringan sehingga tak bisa masuk dan bergabung. Apalagi kalau materinya presentasi, akan sulit dipahami. Kemudian ada presentasi kelompok yang harus di download juga.”ujar Alin yang mengaku untuk satu sesi kuliah selama 40 menit bisa menghabiskan kuota 400 mb.
Sejauh ini menurut Alin, dia setiap hari menjalani kuliah daring. Semua mata kuliah yang terjadwal bisa berjalan setiap hari. Dirinya berharap, proses perkuliahan daring bisa lebih efektif dan optimal.
“Semoga ada solusi untuk kami biar bisa belajar dengan efektif meskipun itu daring. Dan untuk kedepannya saya harap tak ada lagi keluhan dari mahasiswa terkait fasilitas kampus,”tukas mahasiswi semester enam tersebut.(mht)
















