Jurus Menangkal Covid-19, Pemko Padang Panjang Berdayakan Tukang Ojek Sebagai Tim Rider

Penulis -

Jumat, 17 April 2020 - 13:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PADANG Panjang, Prokabar – Kota Padang Panjang tak berhenti membuat terobosan untuk menangkal penyebearan virus Corona di wilayahnya. Kalai ini, Walikota Padang Panjang Fadly Amran menerapkan kebijakan isolasi bagi setiap orang yang masuk ke wilayahnya. Bahkan untuk “patroli” mengawasi pendatang dari luar daerah, tukang ojek pun diberdayakan.

Padang Panjang merupakan salah satu Kota di Sumatera Barat yang menjadi kota transit dan pelintasan yang menghubungkan Kota Padang, Kabupaten Padang Pariaman dengan Kabupaten Agam, Kabupaten Tanah Datar, Kota Bukittinggi, Kota Payakumbuh, hingga ke Provinsi Riau.

Untuk itu, menurut Fadly, Pemkot Padang Panjang memberdayakan tukang ojek setempat guna memastikan pelintas yang melewati Padang Panjang tidak ada yang turun di tengah kota. Dia menyebut, melakukan hal tersebut untuk mencegah penyebaran virus corona atau covid-19 di daerahnya.

Baca Juga :  Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

“Pengendara yang melintas harus kita pastikan sejak masuk sampai keluar Kota Padang Panjang, ada petugas rider yang mengkawalnya,” kata Fadly saat video conference yang difasilitasi IJTI Sumbar via aplikasi Zoom, Kamis (16/4).

Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Padang Panjang kata Fadli mendirikan tiga posko di tiga perbatasan. Petugas akan memeriksa pengendara dan penumpang di posko di perbatasan tersebut. Jika pengendara dan penumpang berasal dari daerah terpapar, orang tersebut wajib untuk karantina selama 14 hari.

Baca Juga :  Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Fadly Amran mengatakan, pembatasan orang masuk ke daerahnya telah diberlakukan sejak lama. Di lapangan, petugas masih menemukan satu hingga dua orang pengendara dan penumpang yang tidak jujur.

Pengendara awalnya mengaku tidak berhenti di Padang Panjang, tetapi ketika melintas mereka justru masuk ke kota. Untuk mengantisipasi pengendara dan penumpang berbohong ini Pemko Padang Panjang dengan menginstruksikan membentuk tim rider.

Tim rider yang rata-rata adalah tukang ojek ini akan mengikuti kendaraan yang keluar masuk kota Padang Panjang. “Ada rider yang mengawal pengendara yang masuk kota. Setiap posko ada 5 rider,” katanya, dikutiplaman kominfo.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Kendaraan yang pasti mendapat pengawalan rider adalah kendaraan yang mencurigakan. Kebanyakan hal seperti ini, menurut Fadly, ditemukan saat dini hari.

Fadly menyebut tujuannya memberdayakan tukang ojek, karena profesi tersebut cukup berdampak sejak wabah corona masuk ke Sumatera Barat.

Saat ini jumlah tukang ojek yang diberdayakan Pemko Padang Panjang sebagai rider pengawal pelintas sebanyak 45 orang. Mereka dibagi masing-masing 15 orang tiap posko. Pemko Padang Panjang memberi upah senilai Rp 50 ribu untuk masing-masing tukang ojek untuk 1 shift.(mht)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB