Kondisi Sempit, Delapan Bulan Pasar Kambang Ditinggal Pedagang

Penulis -

Senin, 13 April 2020 - 19:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pesisir Selatan, Prokabar – Pasar Kambang, Kecamatan Lengayang, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumbar, ditinggal pedagang sejak delapan bulan. Penyebab sempit dan panas.

Diketahui, peletakkan batu pertama pasar itu lansung dihadiri oleh Bupati Hendrajoni pada Minggu 20 Agustus 2017 lalu. Targetnya menjadi pasar representatif dan bermanfaat bagi pedagang. Ironisnya pasar moderen itu kini tidak dihuni lantaran sempit dan panas.

Informasi dihimpun Prokabar.com Pasar Kambang dibangun pada 2017 lalu, pasar tersebut dibangun melalui dana Tugas Perbantuan (TP) menghabiskan anggaran Rp5,8 miliar. Kenapa ditinggal oleh pedagang, karena kondisi pasar tersebut tidak memiliki kenyamanan bagi pedagang.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Salah seorang pedagang, Andi (45) mengatakan, sejak delapan bulan pasar tersebut tidak lagi dihuni pedagang, karena kondisi pasar tidak nyaman.

“Kiosnya sempit, panas, dan pengunjung yang datang tidak ada. Jadi bagaimana mau berdagang, “ujarnya pada wartawan Senin (13/4).

Ia menambahkan, kondisi pasar yang dibangun pemerintah itu seperti tidak terurus. Selain semrawut, fasilitas yang ada terlihat kotor dan tidak dirawat oleh petugas.

“Ya, karena sudah lama ditinggalkan. Jadi kondisinya seperti itu. Sebelum ada dua sampai tiga orang yang bertahan. Tapi, karena tidak tahan, ya kembali berdagang di luar,” ujarnya.

Selaras dikatakan Suharyadi (46), melihat kondisi pasar Kambang ini tidak layak untuk dihuni, karena kondisinya sangat memperhatikan seperti sempit dan panas, Padahal anggrannya besar.

Baca Juga :  Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Ia menjelaskan, Pemkab harus bisa mencarikan solusinya. Sebab, jika tidak dihuni bisa sia-sia, karena pedagang yang akan menghuninya tidak betah.

“Waktu dihuni pedagang keluar masuk untuk berjualan. Lebih baik dibongkar saja, dan direnovasi kembali sesuai keinginan pedagang. Supaya pedagang bisa nyaman dan kios yang dibangun tidak sia-sia,” harapnya.

Kepada wartawan, Kepala Dinas Koperasi UMKM, Perdagangan dan Perindustrian Pessel, Azral mengaku, kondisi pasar itu saat ini memang kosong ditinggalkan pedagang, karena itu pihaknya, kini berupaya membujuk pedagang untuk masuk ke kedalam.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

“Kita punya rencana untuk mengajak pedagang supaya pasar itu kembali dihuni, nanti kita bagi petaknya, karena banyak pedagang yang minat di bagian depan, “ujarnya.

Dijelaskannya, Pemkab tidak punya wewenang untuk mengubah bentuk dari bantuan yang sudah dibantu oleh pemerintah pusat. Sebab, setiap yang bantuan harus mengikuti perintah pemerintah pusat, dan Pemkab Pessel hanya menjalankan yang ada.

“Pemkab tidak bisa menentukan bentuknya. Namanya, bantuan dari pusat, tidak bisa diubah. Kini, kita dapat kembali bantuan, ya, Pasar Lakitan, TP juga dananya. Memang, sudah seperti itu modelnya, “tutupnya,(min)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB