Pesisir Selatan, Prokabar — Ditengah kemelut penyebaran Covid-19, sehingga warga Nagari Taratak Sungai Lundang, Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumbar, menggelar tahlilan tolak bala.
Menurut warga setempat, selama ini tradisi tahlil tolak bala dipercaya dapat menangkal setiap penykit terutama untuk menolak penyakit Covid-19.
Warga setempat, Alvin (45) mengatakan, tahlil tolak bala dilakukan dengan cara berjalan kaki sambil membaca lafadz “La Illah Ha Il Lallah” sepanjang jalan di kenagarian itu.
“Kami sama-sama mengucapkan tahlil mulai dari pangkal hingga ujung nagari Taratak Sungai Lundang, “ujarnya pada Prokabar.com belum lama ini.
Selaras dikatakan salah tokoh agama setempat Yarmin (67) mengungkapkan, tradisi tolak bala ini merupakan warisan orang tetua terdahulu.
“Dari dulunya kami fanatik dengan agama, dan kita semua percaya setiap sesuatu kejadian itu harus diserahkan kepada Allah, “ungkapnya.
Ia menambahkan, tahlil tolak bala dilakukan dengan cara berjalan kaki sepanjang jalan di kampung dan berakhir di tepi sungai.
Setelah sampai di tepi sungai, warga setempat juga mengomandangkan suara adzan dan berdoa bersama ditepi sungai.
“Karena, tulak bala yang berakhir di tepi sungai, hakikatnya bala dan musibah hanyut bersama arus sungai, “jelasanya
Selain bertahlil di sepanjang, bagi kaum perempuan beriringan dengan tahlilan membakar daun sicerek, capo, dan daun siriang-siring di depan pintu rumah masing-masing.
“Dengan membakar daun-daun itu, nantinya akan menimbulkan aroma wangi dan aroma itu, dipercaya dapat menangkal masukknya bakteri atau virus kedalam rumah, “jelasnya.
Tahlil tolak bala ini diikuti oleh ratusan masyarakat di kenagarian setempat, dan akan berlangsung selama tujuh hari kedepan.
“Mulai hari ini Jumat 27 Maret 2020 sampai tujuh hari ke kedepan, kami terus melakukan tahlil tolak bala setiap sorenya sebelum waktu salat magrib, “ujarnya lagi.
Wali Nagari Taratak Sungai Lundang, Hadis Hermanto mengatakan, setiap ada musibah atau adanya penyakit berbahaya masuk ke daerah itu.
Maka, masyarakat bersama unsur tokoh masyarakat, tokoh agama, bundo kanduang, pemerintah nagari serta masyarakat setempat, akan mensepakati diadakan tolak bala.
“Sudah menjadi tradisi kami yang diwarisi dari nenek moyang terdahulu. Jadi, apabila ada penyakit berbahaya maka akan dilakukan tahlil tolak bala, “ucapnya
Kendati demikian, ia berharap, dengan adanya tahlil tolak bala dan doa bersama ini, dirinya berharap masyarakatnya dijauhi oleh musibah dan virus berbahaya seperti Covid-19.
“Semoga masyarakat Taratak Sungai Lundang dan Pessel, selalu dapat lindungan Allah SWT dari segala penyakit dan mara bahaya terkhusus Covid-19, “tutupnya. (min)
















