Ini Dia Pituah Ungku Y. Dt. Bandaro Bodi Kepada Semua Generasi

Penulis -

Senin, 23 Maret 2020 - 07:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sungai Batang, Prokabar — Hampir semua masyarakat Minangkabau baik di ranah maupun perantau, mengenal baik Angku Yus Datuak Parpatih Guguak. Kini beliau sudah diangkat sebagai Penasihat Penghulu Niniak Mamak di Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatra Barat.

Tokoh Budayawan Minang, berkarya melalui Pituah atau Pitaruah Ayah serupa mamangan atau gurindam. Disiarkan melalui media kaset sejak 1980-an. Seiring perkembangan zaman dan teknologi, pemilik Balairuang Record tersebut beralih ke audio visual DVD hingga youtube.

Karena lanjut usia, umur sudah mencapai 80 tahun lebih, membuat beliau banyak berdiam di rumah, kampung halaman Jorong Nagari, Kenagarian Sungai Batang. Suatu kesempatan, Prokabar.com berkesempatan berjumpa beliau untuk menggali ilmu dan informasi.

“Kita sudah mulai tergerus dan terkikis moralitas budi pekerti. Minimnya control sosial sejumlah tokoh pemuka di ranah minang ini, membuat generasi muda berbuat semau dan seenaknya. Akhirnya, kehilangan arah, jati diri dan kebenaran hakiki,” ungkapnya.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Generasi Muda harus mampu membangkitkan jati dirinya untuk kemajuan personal, budaya dan bangsanya. Sejarah masa lalu adalah dasar pondasi ilmu generasi saat ini, untuk melangkah dan berbuat. “Melalui pengenal diri, tau diri, mengenal ranji keturunan, mengenal sosial budaya sendiri, mengenal lingkungan keluarga dan masyarakat, hingga mengenal nusa dan bangsa ini, kita bisa melangkah apa yang semestinya apa yang akan kita lakukan selanjutnya,” terang Pencetak 210 buah kaset Pituah tersebut.

Beliau juga menegaskan bahwa pada saat ini, kebanyakan Ninik Mamak, Alim Ulama, Cadiak Pandai dan Bundo Kandung tidak mengetahui tugas dan fungsinya secara utuh yang sesungguhnya. Kebanyakan yang telah diangkat, tidak berkompeten dan kepentingan kelompok atau politik semata. Sehingga seringkali memgabaikan kepantasannya dalam memimpin.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

“Banyak sekali saat ini yang memimpin tidak tau apa yang akan dipimpinnya. Membuat yang dipimpin kebinguan dan semakin bingung,” tuturnya.

Dan sudah saatnya Ninik Mamak, Alim Ulama, Cadiak Pandai dan Bundo Kanduang berbenah diri dan memperdalam pemahaman nilai-nilai ABS, SBK. “Idealnya, sudah semestinya kita bangkit agar kemerosotan budaya Minangkabau tidak terus terjadi. Secara sadar mengenal kelemahan dan bersikap dewasa menyikapinya dengan berbedah diri. Jangan malah bersikap takabur dan merasa paling benar lagi,” ujarnya.

Agar kebangkitan itu terwujud memang harus diadakan pendidikan khusus. Bahkan kalau bisa berupa akademisi Ninik Mamak, Alim Ulama, Cadiak Pandai dan Bundo Kanduang. Dalam hal ini, tempat penerpaan itu jelas berada di Masjid. Otomatis masjid yang dimaksud seperti kompleks pemondokan khusus seperti pola nenek moyang melahirkan generasi hebat di masa prakemerdekaan RI.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

“Surau dalam kekinian Masjid, merupakan pusat pencetak Tokoh Nasional Kemerdekaan Bangsa. Dan sejarah telah mencatat, masjid di Minangkabau merupakan pusat pendidikan, informasi dan edukasi. Dan fungsi itu harus kembali dihidupkan lagi sebagaimana pada fitrahnya. Seluruh komponen masyarakat harus bersatu memakmurkan kembali masjid. Sehingga fungsinya sesuai cultur masyarakat Minang, kembali hidup ditengah masyarakat,” terangnya.

Hal itu terwujud jelas butuh dukungan semua pihak. Terkhusus Pemerintah Daerah dan Pemerintahan Nagari. Tanpa didukung Peraturan Daerah dilanjutkan Peraturan Nagari, termasuk dari sisi anggaran akan memang akan sedikit sulit. Kecuali kesungguhan semua pihak serius tanpa terkecuali.

“Kita berharap Pemerintah Nagari beserta seluruh komponen masyarakatnya, dapat membuat peraturan nagari, merujuk kepada Al Quran dan Hadis diselaraskan undang-undang Dasar NKRI dan adat istiadat atau budaya lokal,” pangkas Angku Yus. Bandaro Bodi. (rud)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB