Tanah Datar, Prokabar – Kasubdit Bina Masyarakat BNPT, Kolonel Solahuddin Nasution mengatakan anak dengan usia remaja atau pelajar sangat rentan terpapar paham radikal. Terlebih, anak muda yang diusianya tengah melakukan pencarian jati diri.
Pelajar diharapkan dapat membedakan sebuah paham yang diajarkan, dalam arti kata paham tersebut tergolong positif dan jauh dari ajaran terorisme.
Hal ini diungkapkan saat kegiatan lomba video pendek dan diskusi film bertema kita indonesia yang diikuti perwakilan pelajar SMA Sederajat yang berasal dari beberapa sekolah di Tanah Datar, Kamis (11/3).
“Anak muda diharapkan dapat membedakan, ini mengarah ke paham radikal atau tidak. Radikal yang dimaksudkan radikal terorisme. Lewat adek adek lah, sebagai duta di Sumbar yang menyampaikan, minimal ke keluarga dan temannya,” kata Solahuddin
Dalam kesempatan itu, BNPT mengaku jika tidak bisa bekerja sendiri dalam penanggulangan terorisme di negeri ini. Melainkan, BNPT mesti bersinergi dan bekerja sama dengan berbagai pihak.
Lebih lanjut Solahuddin menyebutkan jika selama ini informasi yang didapatkan BNPT terkait kelompok maupun individu yang terpapar paham radikal merupakan informasi yang bersifat parsial. BNPT menghimpun informasi tersebut dari TNI/Polri, Pemda dan kementrian agama, serta sumber lainnya.
“Tidak mungkin BNPT mengcover informasi (orang/kelompok terpapar radikal) seluruh indonesia. Makanya dalam undang undang itu bagaimana tugas dan fungsi kita masing masing, dan dilaksanakan secara bersama sama. Intinya, data data orang yang punya paham radikal seluruh indonesia kita miliki,” ungkap Solahuddin.
Solahuddin juga mengatakan jika orang orang yang terpapar paham radikal di Sumatera Barat tidak sebanyak di Sumatera Utara dan wilayah Pulau Jawa. Solahuddin juga membuka ruang bagi perangkat daerah dan aparat keamanan untuk memiliki data BNPT yang nantinya dapat dipergunakan sebagai bahan pendampingan dan antisipasi.
“Tapi kalau dibutuhkan (data) saya bisa save ke aparat disini, untuk mendampingi dan mengantisipasi rekan rekan kita yang sudah memiliki pemahaman dan rekan rekan kita yang sudah keluar penjara tapi masih memiliki paham radikal,” ungkapnya.
Sementara, irwan, kepala kesbangpol Tanah Datar yang mewakili Bupati Tanah Datar dalam sambutanya menyampaikan Saat ini Kita masih sedang dihadapi masalah Keamanan dan kenyamanan masyarakat, seiring dengan perkembangan dimensi kehidupan dan dinamika perkembangan kehidupan dan Politik. Perkembangan tersebut dikwatirkan akan menjadi konflik horizontal dan vertikal dimasyarakat.
Bagi pemerintah Tanah Datar, radikalisme saat ini menjadi momok dan ancaman bagi kedaulatan negara NKRI ini. Radikalisme dapat berkembang apabila seseorang mempunyai pemikiran yang sempit dan kurang memahami suatu ajaran.
“Maka melalui kegiatan Yang positif ini dengan menggandeng para pelajar untuk mencegah dan mengantisipasi munculnya perkembangan Redikalisme terhadap Generasi mudaM Generasi Muda harus paham dan mengerti serta menjunjung tinggi nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila,” kata Irwan.
Dalam kesempatan itu, Pemda Tanah Datar menekankan, kepada generasi muda Untuk dapat menjaga dan melindungi keluarga serta lingkungan dari ancaman radikalisme. Selain itu, generasi muda juga mesti menjadi generasi yang memiliki intergitas kebangsaan.(eym)
















