Agam, Prokabar — MTsS Muhammadiyah Sungai Batang di Tapian Muaro Pauah, Jorong Batung Panjang, Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Agam berhasil jalin kerjasama dengan jajaran Kepolisian Polres Agam. Pembelajaran terkait Bahaya Laten Narkoba seperti beberapa sekolah yang lebih dulu mengikuti terlaksana.
Iptu Akhiruddin selaku penggagas sekaligus penerbit buku Narkoba, Bahaya Laten Bangsan mengatakan generasi- generasi ini terus menjadi sasaran empuk dari pelaku sindikat narkoba. Dapat menjadi korban jika tidak dibendung, dilindungi serta mendapat pengetahuan tentang bahaya narkoba tersebut.
“Setelah kami selidiki, penyebab utamanya adalah ketidaktahuan generasi terhadap bahaya narkoba itu pada anak-anak. Makanya, saya harus mencari jalan untuk berbuat. Melakukan terobosan menjalin komunikasi ke sekolah, orang tua murid dan tokoh masyarakat untuk giat mensosialisasikannya,” ungkap Iptu Akhiruddin, saat memberikan penjelasan materi dasar di Aula MTsS Muhammadiyah Sungai Batang, Senin (9/3).
Pertama sukses terjalin di SMKN 1 Tanjung Raya, pada 2018 lalu. Setelah itu, beruntun sekolah setingkat SMP dan SMA se-Tanjung Raya dan Pesantren mengikutinya. “Karena jelas sangat terasa dampak Positif pada anak. Bahkan lingkungan keluarga dan lingkungan masyarakatnya. Pasalnya, mereka yang telah mendapat pembelajaran, dibekali sekaligus menjadi pelopor atau duta Anti narkoba,” terangnya.
MTsS Muhammadiyah Sungai Batang, rata-rata berumur 15 tahun. Merupakan masa-masa puberitas yang sangat rentan mendapat pengaruh buruk. Dimana masa pencarian Jari diri yang sangat label. Apalagi Sungai Batang salah satu daerah sasaran pengedar dan pemakai narkoba.
“Kita harus sejak dini dan memperkecil ruang gerak pelaku kejahatan perusak generasi ini. Merusak masa depan bangsa dengan merusak cita-cita generasi bangsa,” tuturnya.
Anak-Anak berusaha mencapai cita-cita. Akan tetapi gagal karena terjebak kecanduan narkoba. Hancurlah masa depannya.
Ada tiga akibat dampak bahaya narkoba bagi orang yang kecanduan. Pertama Penjara, kedua rumah sakit jiwa dan ketiga kuburan.
Pelaku jaringan sindikat ini sangat kuat dan licik. Penjahat itu tidak hanya musuh Agama dan Negara, melainkan juga musuh Ninik Mamak, Alim Ulama, Bundo Landing, ayah dan ibu mereka. Susah payah membesarkan anak-anaknya akan tetapi dengan mudahnya penjahat pengedar merusak dan menghancurkan harapan bangsa tersebut.
Data menyebutkan setiap hari yang over dosis, 30 hingga 40 orang satu hari di Indonesia. Dan ini jelas sudah sangat membahayakan. Menghancurkan generasi penerus dengan narkoba sangatlah mudah. Oleh sebab itu, sangat penting memasukan pelajaran bahaya narkoba ke kurikulum sekolah.
Sementara itu, Ramadhani selaku Kepala MTsS Muhammadiyah Sungai Batang, sangat menyambut baik program tersebut. Mendukung karena dapat memotivasi anak.
“Dengan kehadiran bapak Iptu Akhiruddin ini, sangat membantu sekolah kami. Terutama untuk menerpa mental anak didik. Tingkat kenakalan anak cukup menyulitkan. Diharapkan kehadiran beliau, meringankan beban kami. Dan kamikaze sangat menyambut baik,” ujarnya.
Secara teknis, karena saat ini anak kelas X sudah masuk masa ujian UAMBN-BK, USBN, dan UNBK. Sehingga pelajaran Bahaya Laten Narkoba bisa dimulai pada Semester Ganjil nanti. Tahap awal, hari ini diminta dimulai sosialisasi sekaligus tahap perkenalan kepada anak-anak.
“Pengaruh buruk narkoba saat ini, sudah sangat memprihatinkan. Kondisi lingkungan, pengawasan atau kontrol sosial sudah melemah. Untuk itu, dibutuhkan peranan semua pihak. Atas kehadiran Wakil Polsek ini, membawa pencerahan terhadap kami. Dan semoga memberikan kekuatan dan semangat, apalagi aparat kepolisian yang memiliki banyak keahlian,” pungkasnya. (rud)
















