Tradisi Mangaik Mangkuih Akan Meriahkan Festival Langkisau 2020

Penulis -

Minggu, 8 Maret 2020 - 08:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pesisir Selatan, Prokabar — Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Pessel, Hadi Susilo mengungkapkan Lomba mangaik mungkuih di aliran Batang Pelangai Gadang, Kecamatan Ranah Pesisir, menjadi salah satu agenda Festival Langkisau 2020.

“Ya, lomba mangaik mungkuih yang akan digelar 16 April 2020 nanti kembali menjadi rangkaian event Festival Langkisau Tahun 2020. Lomba itu diangkat dari tradisi masyarakat Nagari Pelangai Gadang yakni mangaik mungkuih yang juga menjadi sumber ekonomi keluarga,” katanya dilansir Prokabar dari MC Pessel, Minggu (8/3).

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Disebutkan, cara mangaik mungkuih di aliran sungai berarus deras itu cukup unik dan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Bayangkan, hanya dengan mata pancing kecil tanpa umpan, ikan mungkuih dapat ditangkap dalam sungai yang berarus deras.

“Tradisi ini cukup unik, hanya menggunakan alat pancing yang terbuat dari batang nibuangsepanjang 1 meter, kaca bening ukuran 25 x 25 cm dan mata  kail kecil tanpa umpan.  Kail tadi dimasukan ke air, sementara kaca dibenam separuh untuk melihat keberadaan ikan mungkuih,” ungkapnya.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Disebutkan, ikan mungkuih banyak terdapat di sungai ini. Bahkan, usaha mangaik mungkuih menjadi salah satu sumber ekonomi masyarakat. Harga ikan tersebut cukup tinggi, dan diminati masyarakat baik dalam daerah maupun luar daerah, karena rasa dagingnya manis dan gurih. Bahkan rumah makan di Ranah Pesisir selalu menyediakan goreng ikan mungkuih bagi pengunjungnya.

“Kalau anda ingin menikmati ikan mungkuih pergilah ke Pelangai Gadang. Disana, hampir setiap hari ada aktivitas mangaik mungkuih. Anda bisa langsung menikmati ikan mungkuih segar yang berasal dari sungai,” ucapnya.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Lanjutnya, mangaik mungkuih adalah tradisi turun temurun masyarakat setempat. Tradisi ini perlu dilestarikan untuk menarik kunjungan wisatawan. Mangaik ikan mungkuih merupakan cara tradisional yang ramah lingkungan. Alat yang digunakan sangat sederhana dan tidak perlu modal besar.

“Usaha tersebut telah menjadi mata pencaharian sebagian masyarakat. Ikan mungkuih di jual ke pasar dan rumah makan. Bahkan, juga ada permintaan dari luar daerah. Perantau yang pulang kampung selalu membawa ikan mungkuih sebagai buah tangan,” tutupnya. (*)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB